Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Februari 2026, 16.39 WIB

Pakai Branding Baru, Pemkot Pasuruan Targetkan Peningkatan Wisata dan Ekonomi Kreatif

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. (Istimewa) - Image

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. (Istimewa)

JawaPos.com — Pemerintah Kota Pasuruan memutuskan membuat citra baru bagi wilayahnya. Kini daerah tersebut mengusung konsep Religius Modern. Konsep baru ini diambil berdasarkan pengamatan terhadap kondisi warga.
 
Konsep Religius Modern dihasilkan dari riset terpadu yang menggabungkan beberapa metode oleh Pemkot Pasuruan bersama lembaga profesional LOGITERA. Hasil riset lalu diterjemahkan ke dalam satu bahasa visual kota yang konsisten. 
 
Salah satu metodenya adalah survei persepsi dari warga. Hasilnya warga yang menyakini bahwa Pasuruan merupakan kota santri memiliki memori kolektif 73,5 persen responden.
 
Sebanyak 58,4 persen memilih kata religius, santri, dan berkah sebagai frasa paling tepat menggambarkan kota. 41,8 persen langsung mengingat santri, KH Abdul Hamid, serta Payung Madinah di alun-alun ketika nama Pasuruan disebut. 
 
Namun riset yang sama juga menunjukkan sisi lain Pasuruan sebagai kota yang hidup. Warga menyebut alun-alun dan tugu kota sebagai ruang interaksi yang aktif; pesisir, nelayan, dan pelabuhan sebagai denyut ekonomi sehari-hari; serta bipang/jipang sebagai warisan kuliner yang terus diproduksi dan diperdagangkan. Pasuruan juga dikenali sebagai kota yang majemuk.
 
Oleh karena itu, kata Modern juga diambil sebagai citra kota. Pasuruan dipersepsikan sebagai ruang publik yang dinamis, ekonomi rakyat yang berjalan, dan masyarakat yang terbuka.
 
 
Temuan-temuan ini kemudian dirangkum menjadi enam simbol identitas spiritualitas, pesisir-bahari, tugu kota, kemajemukan warga, kuliner khas, dan lanskap laut yang membentuk Sistem Bahasa Visual Pasuruan. Sistem ini dibakukan dalam pedoman identitas visual, konstruksi logo, palet warna, tipografi, hingga aturan penerapan.
 
“Religius bukan berarti statis, modern bukan berarti tercerabut dari akar. Pasuruan menunjukkan keduanya menyatu dalam kehidupan warganya,” ujar Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2).
 
Melalui branding baru ini diharapkan bisa memperkuat pariwisata, ekonomi kreatif, komunikasi publik, dan promosi investasi daerah.
 
Sementara itu peneliti LOGITERA, Adi F. Nugrotomo mengatakan, dalam membuat citra wilayah perlu mendalami persepsi warganya. Dengan begitu, citra diri yang dihasilkan memiliki nilai kuat untuk dipromosikan.
 
“Kami tidak memulai dari desain, melainkan dari ingatan warga. Ketika memori kolektif mengarah pada religiusitas, dan pada saat yang sama warga menggambarkan kotanya sebagai ruang yang hidup dan terbuka, maka Religius Modern adalah simpulan empirik, bukan slogan kreatif,” kata Adi.
 
Sosialisasi terkait temuan riset ini juga sudah dilakukan kepada seluruh jajaran aparatur pemerintahan di Kota Pasuruan dalam rangkaian acara Sosialisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Pasuruan Tahun 2025-2029 pada pertengahan 2025 lalu. 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore