Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Februari 2026, 22.49 WIB

BNPB Ungsikan Lebih dari 2 Ribu Korban Terdampak Fenomena Pergeseran Tanah di Kabupaten Tegal

Personel BNPB lakukan asesmen di wilayah terdampak pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. (BNPB) - Image

Personel BNPB lakukan asesmen di wilayah terdampak pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. (BNPB)

JawaPos.com–Fenomena pergeseran tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), masih terus terjadi. Sampai Senin (9/2), sudah lebih dari dua ribu korban terdampak diungsikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, secara keseluruhan angka pengungsi sebanyak 2.453 orang. Ribuan pengungsi itu terdiri atas 945 laki-laki, 982 perempuan, 220 lansia, 3 ibu hamil, 3 ibu menyusui, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 dewasa.

”Para pengungsi terpusat di delapan titik pengungsian, yaitu Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Ponpes Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, dan Desa Mokaha Kecamatan Jatinegara,” ungkap Abdul Muhari kepada awak media.

Abdul Muhari memastikan, Tim BNPB juga sudah bersiaga di lokasi terdampak dan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah (pemda) setempat. Tim itu turut menyalurkan dukungan bantuan logistik dan permakanan. Selain pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi, saat ini BNPB fokus melakukan penanganan secara pararel.

”Pendataan warga terdampak dan pencarian lokasi untuk pembangunan huntara. Dinas Sosial, Dukcapil, dan Perkim Kabupaten Tegal melakukan verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA) untuk penerbitan surat keputusan kebutuhan hunian sementara (huntara),” jelas Abdul Muhari.

Lebih lanjut, BNPB bersama pemda setempat bakal mendampingi ESDM Pemprov Jateng melakukan asesmen kelayakan lahan huntara dan relokasi warga. Abdul Muhari menyatakan, pihaknya mengimbau warga untuk mengikuti arahan petugas BPBD setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang meluas di wilayah tersebut.

Sebelumnya, fenomena tanah bergerak di Kabupaten Tegal terjadi pada Selasa dini hari (3/2). Pemicunya adalah hujan dengan intensitas tinggi serta kondisi kontur tanah yang miring dan labil.

Sebanyak 464 unit rumah terdampak, dengan rincian 205 unit rumah rusak berat, 174 unit rumah rusak sedang, dan 85 unit rumah rusak ringan.

Selain itu, dampak meluas sampai ke 36 fasilitas umum yang mencakup fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, pemerintahan, serta infrastruktur vital lainnya seperti tiga akses jalan, satu jembatan, dan satu bendungan irigasi. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan validitas dan kelengkapan data kerusakan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore