Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Februari 2026, 04.47 WIB

Terseret Ombak, Wisatawan Malang Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Sine Tulungagung

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban Muhammad Attaya Ulun, wisatawan asal Malang yang tenggelam terseret ombak di Pantai Sine Tulungagung. (Kantor SAR Kelas A Surabaya) - Image

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban Muhammad Attaya Ulun, wisatawan asal Malang yang tenggelam terseret ombak di Pantai Sine Tulungagung. (Kantor SAR Kelas A Surabaya)

JawaPos.com - Seorang wisatawan asal Kota Malang bernama Muhamad Attaya Ulum, 20 tahun, ditemukan meninggal dunia, setelah dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Sine, Kabupaten Tulungagung, Senin (9/2).

Insiden ini bermula pada Sabtu (08/2) saat korban dan tiga rekannya sedang berwisata ke Pantai Sine. Attaya terseret ombak setelah dirinya berhasil menyelamatkan dua wisatawan asal Ponorogo yang nyaris tenggelam.

Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek, Bayu Prasetyo mengatakan setelah dua hari berjibaku melakukan operasi pencarian, tubuh korban ditemukan di dekat batu karang sekitar 100 meter dari titik awal korban menghilang.

"Korban ditemukan sekitar pukul 05.45 WIB oleh Tim Potensi SAR saat melaksanakan patroli rutin di kawasan Pantai Sine, Tulungangung sebelum pencarian hari ketiga dimulai," ucap Bayu dalam keterangannya, Senin (9/2).

Setelah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mendapatkan penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Bayu mengungkapkan selama dua hari pencarian korban, personel SAR gabungan mengalami sejumlah kendala, terutama tim penyelam karena keterbatasan jarak pandang di dalam air.

“Kondisi visibilitas yang rendah menjadi tantangan utama bagi penyelam saat melakukan pencarian di bawah permukaan, karena karakteristik muara dan arus di Pantai Sine cukup kuat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC, menyampaikan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek diterjunkan guna membantu SAR Tulungagung dalam proses pencarian korban.

Upaya pencarian melibatkan dua SRU air. Tim pertama menyisir permukaan perairan menggunakan perahu karet dengan area 1,43 mil laut, sedangkan tim kedua melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

"Selain itu, informasi terkait kejadian tenggelamnya korban disebarluaskan kepada warga dan nelayan sekitar agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban," ucap Nanang.

Dengan ditemukannya korban Attaya, operasi SAR kami nyatakan ditutup. Nanang menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah terlibat aktif dalam proses pencarian.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore