Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Februari 2026, 05.50 WIB

Jelang Ramadhan, 12 Sumur Bor Dibangun di Wilayah Terdampak Bencana Aceh

Sebanyak 12 sumur bor dibangun di Aceh. (Istimewa) - Image

Sebanyak 12 sumur bor dibangun di Aceh. (Istimewa)

JawaPos.com - Sebanyak 12 sumur bor dibangun di Aceh. Sumur ini guna membantu kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir bandang. Datangnya bulan Ramadhan beberapa hari lagi membuat kebutuhan masyarakat harus diperhatikan.

Sumur bor ini dibangun oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS. Program pembangunan sumur bor itu dimulai dari Kota Langsa, sebelum diperluas ke sejumlah kabupaten dan kota lain di Provinsi Aceh. Secara bertahap, proyek tersebut menjangkau Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Pidie, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Bireuen, Bener Meriah, Nagan Raya, dan Aceh Barat. 

Ketua STIK, Irjen Pol Eko Rudi Sudarto mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan mendasar warga untuk hidup. Akibat bencana yang terjadi, banyak fasilitas rusak, oleh karena itu perlu perbaikan.

“Pengabdian Masyarakat tahun ini, Mahasiswa S1 STIK Angkatan 83/WPS diberangkatkan ke Aceh untuk dua tujuan penting. Pertama, menjalankan misi kemanusiaan di wilayah bencana. Kedua, sebagai ruang pembentukan watak dan kepekaan sosial bagi para calon pemimpin Polri,” ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/2).

Menurut dia, kepemimpinan di tubuh Polri tidak hanya dibangun melalui pendidikan akademik dan latihan taktis, tetapi juga melalui pengalaman langsung bersentuhan dengan masyarakat yang menghadapi kesulitan nyata. Dalam konteks itu, Aceh menjadi ruang belajar sekaligus ladang pengabdian.

Pembangunan 12 sumur bor tersebut terlaksana dengan dukungan penuh jajaran Polres setempat di bawah koordinasi Polda Aceh. Pembangunan diprioritaskan di titik-titik yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Secara teknis, sumur bor dibangun dengan mempertimbangkan kondisi geologis masing-masing wilayah. Tim melakukan survei awal untuk memastikan ketersediaan sumber air tanah dan kelayakan distribusi. Dengan demikian, sumur yang dibangun tidak hanya berfungsi dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

Program ini sekaligus menegaskan pendekatan humanis yang terus digaungkan dalam transformasi Polri. Para mahasiswa STIK yang kelak akan menduduki posisi strategis di kepolisian diharapkan memiliki empati sosial yang kuat dan memahami secara langsung persoalan masyarakat di lapangan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore