Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Februari 2026, 21.39 WIB

BMKG Minta Warga Waspadai Banjir Rob 2,6 Meter di Kalsel pada 16–24 Februari

Genangan air banjir rob di Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (Tumpal Andani Aritonang/Antara) - Image

Genangan air banjir rob di Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (Tumpal Andani Aritonang/Antara)

JawaPos.com–BMKG imbau masyarakat mewaspadai potensi banjir pesisir (rob) mencapai 2,6 meter di perairan Kalimantan Selatan pada 16–24 Februari 2026. Kondisi itu berpotensi berdampak di wilayah pesisir Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.

”Khususnya masyarakat pesisir agar mewaspadai potensi banjir rob akibat fase bulan baru yang dapat meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut,” kata Utari Randiana, Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor dilansir dari Antara di Banjarmasin, Minggu (15/2).

Dia menjelaskan fase bulan baru pada 17 Februari 2026 secara astronomis berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut. Berdasar pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, ketinggian maksimum diperkirakan dapat mencapai sekitar 2,6 meter.

BMKG memprakirakan pasang maksimum berpotensi terjadi pada pukul 07.00–10.00 wita dan 18.00–20.00 wita selama periode tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan genangan di kawasan pesisir dengan elevasi rendah, termasuk area permukiman warga, pelabuhan, dan tambatan perahu,” terang Utari Randiana.

Dia mengimbau aktivitas bongkar muat di pelabuhan, transportasi laut, hingga kegiatan perikanan untuk menyesuaikan dengan periode pasang maksimum.

Selain potensi rob, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca berlaku mulai Minggu (15/2), terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Kabupaten yang masuk dalam peringatan dini cuaca antara lain Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Tabalong, dan Balangan dengan estimasi kondisi berlangsung hingga pukul 12.00 wita dan berpotensi meluas.

BMKG meminta pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, serta masyarakat untuk terus memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG guna meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi selama periode peringatan berlangsung.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore