
PT United Tractors Tbk (UNTR). (Istimewa)
JawaPos.com - PT Astra International Tbk (Astra) membukukan laba bersih sebesar Rp 24,7 triliun hingga September 2025. Terjadi penurunan laba bersih 6 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 26,2 triliun.
Pelemahan ini disebabkan oleh penurunan kontribusi dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara yang sebagian diimbangi oleh kinerja yang lebih baik dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan, agribisnis dan infrastruktur. Sementara kinerja otomotif secara umum stabil.
Sementara itu, Astra melaporkan pendapatan bersih konsolidasian sebesar Rp 243,6 triliun atau turun satu persen dari Rp 246,4 triliun pada periode yang sama pada 2024.
Namun demikian, laba bersih grup tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan harga komoditas, didukung oleh kontribusi positif dari sektor jasa keuangan, agribisnis, infrastruktur, serta pertambangan emas.
"Laba grup selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah. Kontribusi yang solid dari bisnis-bisnis lainnya turut mendukung resiliensi kinerja grup, dan kami perkirakan kinerja tahun 2025 masih akan sejalan dengan tren kinerja grup saat ini," kata Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (4/11).
Divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi, PT United Tractors Tbk (UT) menjadi penyumbang terbesar penurunan (turun 26 persen), dengan laba bersih Rp 7 triliun. Penurunan kinerja dari bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara diimbangi sebagian oleh bisnis pertambangan emas.
Selanjutnya, laba bersih divisi Jasa Keuangan Grup meningkat 8 persen menjadi Rp 6,7 triliun, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat.
Selain itu, laba bersih divisi Otomotif & Mobilitas Grup tampak stabil dengan meningkat 1 persen menjadi Rp 8,8 triliun, didukung oleh bisnis sepeda motor dan komponen, meskipun volume penjualan mobil lebih rendah di tengah pasar nasional yang lemah.
Terakhir, kas bersih, tidak termasuk anak perusahaan Jasa Keuangan Grup, mencapai Rp 13,4 triliun pada 30 September 2025, meningkat dibandingkan Rp 8,0 triliun pada 31 Desember 2024. Utang bersih anak perusahaan Jasa Keuangan Grup mencapai Rp 64,6 triliun pada 30 September 2025, meningkat dibandingkan Rp 60,2 triliun pada 31 Desember 2024.
"Kami tetap fokus untuk menjaga disiplin keuangan dan keunggulan operasional, serta memanfaatkan kekuatan neraca keuangan kami untuk menangkap peluang pertumbuhan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham," tukas Djony.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
