Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 November 2025, 03.30 WIB

Teknologi Pertanian Presisi jadi Kunci Ketahanan Pangan, Pupuk Indonesia Dorong Ekosistem Inovasi

Penyemprotan anti hama untuk mendukung peningkatn produksi pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional di Kabupaten Indramayu. (Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

Penyemprotan anti hama untuk mendukung peningkatn produksi pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional di Kabupaten Indramayu. (Foto: Alfian Rizal/Jawa Pos)


JawaPos.com - Ketahanan pangan Indonesia kini menghadapi tantangan besar di tengah perubahan iklim, degradasi lahan, dan meningkatnya kebutuhan pangan global. Di tengah situasi ini, pendekatan precision farming atau pertanian presisi disebut mulai dilirik sebagai solusi modern untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian nasional.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menilai transformasi teknologi menjadi keharusan jika Indonesia ingin mewujudkan kemandirian pangan. "Sektor pertanian menghadapi perubahan iklim dan kondisi lahan yang dinamis. Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional. Teknologi bisa mengubah wajah pertanian kita," ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Pertanian presisi mengandalkan teknologi sensor, drone, dan data real-time untuk menyesuaikan kebutuhan pupuk, air, dan nutrisi tanaman secara akurat. Sejumlah studi menunjukkan metode ini mampu menghemat penggunaan pupuk hingga 30 persen, air hingga 37 persen, dan meningkatkan hasil panen lebih dari 30 persen.

Pupuk Indonesia mengklaim telah menguji sistem tersebut melalui program Agrosolution dan teknologi PreciX di berbagai daerah. Sepanjang 2024, uji demplot di 46 titik pada 12 provinsi dengan total lahan 8.265 hektar mencatat kenaikan produktivitas sekitar 13,5 persen.

Salah satu hasilnya terlihat di Desa Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, di mana penerapan pertanian presisi pada lahan 11,68 hektar berhasil meningkatkan hasil panen padi menjadi 5,6 ton per hektar, naik hampir 10 persen dibanding metode konvensional.

"Teknologi dan inovasi menjadi langkah nyata menuju pertanian modern yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tambah Rahmad.

Selain itu, dalam upaya memperkuat inovasi tidak berhenti di lapangan. Pupuk Indonesia bersama Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI) meluncurkan FertInnovation Challenge 2025, ajang kompetisi inovasi pertanian nasional yang menjadi wadah bagi peneliti, startup, dan profesional untuk mengembangkan ide berbasis teknologi di sektor pupuk dan pangan.

Dengan tema “Cultivating Innovation, Achieving Food Self-Sufficiency”, ajang ini menantang peserta dalam empat kategori strategis yang masing-masing terkait dengan bidang pertanian dan teknologi terkaitnya.

Pendaftaran dibuka 6 Oktober–20 November 2025. Ide terbaik akan masuk tahap inkubasi di lingkungan Pupuk Indonesia Group untuk dikembangkan hingga tahap komersialisasi.

Rahmad berharap ajang ini tidak berhenti sebagai kompetisi semata, melainkan berkembang menjadi ekosistem inovasi yang berkelanjutan. "FertInnovation Challenge harus menjadi katalis inovasi yang mendorong efisiensi, memperkuat daya saing, dan menjaga relevansi sektor pertanian di tengah dinamika global," ujarnya.

Sejak digelar pertama kali pada 2021, program ini telah menjaring lebih dari 1.300 ide inovasi dari 37 institusi mitra, menjadikannya salah satu platform inovasi pertanian terbesar di Indonesia.

Digadang juga kalau dorongan Pupuk Indonesia ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah menuju transformasi digital pertanian, yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor bahan pangan.

Dalam konteks global, adopsi teknologi digital di sektor pertanian menjadi langkah strategis untuk menghadapi perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan krisis pangan yang kini melanda berbagai negara. "Pertanian presisi bukan hanya soal efisiensi, tapi tentang keberlanjutan. Ini adalah investasi untuk masa depan pangan Indonesia," kata Rahmad menegaskan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore