Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 05.14 WIB

IPC TPK Catatkan Peningkatan Kinerja 13,1 Persen pada Triwulan IV, Ekspor Gliserin hingga Kopi jadi Andalan

ILUSTRASI Tumpukan kontainer saat proses loading di dermaga IPC TPK. (istimewa) - Image

ILUSTRASI Tumpukan kontainer saat proses loading di dermaga IPC TPK. (istimewa)

JawaPos.com - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat lonjakan kinerja operasi sebesar 13,1 persen pada periode Januari–Oktober 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya pergerakan petikemas serta meningkatnya ekspor sejumlah komoditas unggulan, terutama gliserin, kopi, dan produk perkebunan lainnya dari wilayah Sumatera.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, mengatakan, sepanjang Januari–Oktober 2025, IPC TPK membukukan arus petikemas mencapai 2.947.775 TEUs, naik signifikan dari 2.604.740 TEUs pada periode yang sama tahun 2024.

"Peningkatan layanan terus kami terapkan guna memberikan kepastian bagi para pengguna jasa dengan mengutamakan penerapan Environmental, Social and  Governance (ESG)," ucapnya, Selasa (18/11).

Di Area Panjang, Pramestie mengungkap bahwa kinerja melonjak 24,25 persen berkat ekspor Refined Glycerine yang naik 458,9 persen, disusul Coffee (199 persen), Rubber (173,7 persen), Frozen Shrimp (133,1 persen), dan Fresh Banana (123,5 persen). Area Palembang juga tumbuh 8,43 persen didorong peningkatan ekspor Rubber (115 persen), Coconut (119 persen), dan Wood Product (139 persen). Sementara itu, Area Teluk Bayur mencatat pertumbuhan 15,76 persen akibat kenaikan muatan ekspor Gambier lebih dari 100% serta Cassia Vera yang naik 6,25 persen.

Kinerja di area lain juga ikut terdongkrak, seperti Tanjung Priok 1 yang tumbuh 11,7 persen, Tanjung Priok 2 sebesar 5,6 persen, dan Pontianak sebesar 7,6 persen. Jumlah kapal yang sandar pun meningkat 5,7 persen menjadi 4.349 unit, naik dari 4.114 unit pada periode yang sama tahun lalu.

IPC TPK juga memperkuat sistem pelayanan melalui peluncuran Single Billing PARAMA, portal daring terpadu yang memudahkan pengguna jasa mengajukan permintaan layanan mulai dari receiving/delivery hingga aktivitas pendukung lainnya. Sistem ini disebut mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan menciptakan layanan yang lebih ramah lingkungan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia Januari–September 2025 mencapai USD 209,81 miliar atau naik 8,14 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara impor tercatat USD 176,32 miliar atau naik 2,62 persen, sehingga neraca perdagangan masih surplus USD 33,48 miliar.

"Tren positif ini kami terus pertahankan untuk penguatan perekonomian dan konektivitas logistik nasional maupun internasional," pungkas Pramestie Wulandary.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore