
CEO Palapa, Jimmy Siswanto, mengatakan inisiatif tersebut ditujukan untuk mendorong adopsi token Palapa sekaligus memperkuat fondasi ekonomi token secara berkelanjutan. (Istimewa)
JawaPos.com — Tepat satu tahun sejak diluncurkan, Palapa, token utilitas milik platform kripto Bittime, menunjukkan perkembangan signifikan dengan berhasil menembus pasar kripto internasional. Setelah tercatat dan diperdagangkan di sejumlah bursa kripto, seperti Indodax dan Pionex, Palapa kini menargetkan ekspansi lebih luas ke sektor GameFi hingga kolaborasi dengan jaringan hotel nasional.
Langkah ekspansi ini bertujuan memperluas jangkauan akses ekosistem Palapa, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu token utilitas asal Indonesia yang memiliki daya saing di tingkat lokal maupun global.
Dalam pengembangan ekosistemnya, Palapa juga menerapkan mekanisme pembakaran token (token burn) sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah. Proses token burn dilakukan secara bertahap dengan jumlah yang telah ditetapkan setiap bulan selama periode dua tahun.
CEO Palapa, Jimmy Siswanto, mengatakan inisiatif tersebut ditujukan untuk mendorong adopsi token Palapa sekaligus memperkuat fondasi ekonomi token secara berkelanjutan.
“Kami berharap dapat terus memperluas jangkauan ekosistem Palapa. Selain dari industri gaming, saat ini kami tengah mempersiapkan rencana eksplorasi dengan national hotel chain. Harapannya, ini menjadi bentuk komitmen sekaligus penguatan utilitas token Palapa,” ujar Jimmy.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan ulang tahun ke-3 Bittime, yang juga menjadi momentum apresiasi terhadap komunitas pengguna dan pendukung ekosistem Palapa. Dalam perayaan tersebut, Palapa menghadirkan program Flash Staking Celebration dengan penawaran imbal hasil tahunan (APY) hingga 500 persen bagi pemegang token.
Program Flash Staking Celebration yang berlangsung hingga Senin, 15 Desember 2025, disebut sebagai bagian dari upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara pemberian insentif kepada pengguna dan penerapan tata kelola ekonomi token yang bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi dan regulasi aset kripto yang semakin jelas, Palapa menilai peluang masyarakat Indonesia untuk menjajaki keuangan digital semakin terbuka. Meski demikian, perusahaan tetap mengingatkan bahwa investasi aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan riset secara mandiri dan berdiskusi dengan komunitas tepercaya sebelum berinvestasi di aset kripto.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
