Maskapai Asli Jogja, PT Surya Mataram Nusantara (FlyJaya), mencatatkan perkembangan signifikan sepanjang 2025. (istimewa)
JawaPos.com - Maskapai Asli Jogja, PT Surya Mataram Nusantara (FlyJaya), mencatatkan perkembangan signifikan sepanjang 2025 dengan membukukan total 50.000 penumpang. Memasuki 2026, FlyJaya langsung tancap gas dengan membuka rute anyar menuju Morowali (MOH), Sulawesi Tengah, sekaligus mengumumkan penambahan armada guna memperluas jaringan penerbangan.
Langkah ekspansi ini menegaskan peran FlyJaya yang tak hanya fokus pada destinasi wisata dan budaya, tetapi juga mengambil bagian dalam mendukung konektivitas sektor industri dan bisnis nasional. Rute Morowali dinilai strategis karena kawasan tersebut berkembang pesat sebagai pusat hilirisasi nikel dan aktivitas industri di Indonesia Timur.
Morowali kini dikenal sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi baru, terutama berkat industri pertambangan dan pengolahan nikel yang terus berkembang. Melihat tingginya mobilitas tenaga kerja dan kebutuhan perjalanan korporasi, FlyJaya merespons dengan menghadirkan koneksi langsung dari Jawa ke kawasan tersebut.
"Capaian 50.000 penumpang di tahun 2025 adalah bukti kepercayaan publik yang luar biasa. Namun, kami tidak berpuas diri. Ekspansi ke Morowali adalah jawaban FlyJaya atas tingginya permintaan pasar korporasi dan tenaga kerja ahli yang membutuhkan akses cepat dan efisien menuju pusat industri strategis nasional," ujar Ary Mercyanto, Direktur Niaga FlyJaya dalam keterangannya.
Untuk memastikan kelancaran ekspansi, FlyJaya menyiapkan tambahan tiga unit pesawat ATR 72 pada tahun ini. Penambahan armada tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas frekuensi penerbangan sekaligus membuka rute-rute baru yang telah masuk dalam rencana pengembangan jaringan perusahaan.
"Penambahan tiga pesawat ATR 72 ini adalah modal utama kami untuk memperluas jangkauan. Pesawat ini tidak hanya untuk memperkuat frekuensi di rute yang sudah ada, tetapi kami telah mempersiapkan serangkaian rute-rute baru lainnya dalam peta pengembangan jejaring penerbangan (network development) kami tahun ini," ungkap Ary.
Dengan armada tambahan ini, FlyJaya berambisi menjangkau lebih banyak kota potensial yang selama ini belum mendapatkan layanan penerbangan optimal, terutama wilayah dengan karakter industri, ekonomi, dan konektivitas regional yang kuat. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi maskapai dalam memperluas akses transportasi udara secara merata di Indonesia.
Sementara itu, dalam industri penerbangan, ketepatan waktu menjadi faktor krusial, khususnya bagi pelaku usaha dan pekerja industri. Berdasarkan data Direktorat Angkutan Udara periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, FlyJaya mencatat tingkat On-Time Performance (OTP) sebesar 90,74 persen.
Capaian tersebut diraih saat periode libur akhir tahun yang dikenal sebagai musim puncak perjalanan, menunjukkan kesiapan operasional maskapai dalam menghadapi lonjakan trafik penumpang.
Selain fokus pada ekspansi dan ketepatan waktu, FlyJaya juga mempertegas komitmennya terhadap keselamatan dengan meraih sertifikasi ISO untuk Sistem Manajemen Mutu, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Lingkungan. Sertifikasi ini memastikan setiap operasional penerbangan dijalankan sesuai standar internasional.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
