Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Oktober 2025, 00.27 WIB

Optimalisasi Bullion Bank, Simpanan Pesantren Harus dalam Emas

Gubernur BI Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Rabu (8/10). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Gubernur BI Perry Warjiyo, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, Rabu (8/10). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan sebuah ajang strategis untuk memperkuat sinergi dan membangun ekonomi dan keuangan syariah. Mengingat, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen. Ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) menjadi salah satu mesin utama untuk mengoptimalkan potensi tersebut. 

"Ekonomi dan keuangan syariah adalah pilar yang sedang kita bangun," ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Rabu (8/10). 

Dalam laporan State of the Global Islamic Economic Report, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah. Didukung oleh sektor modern dan modest fesyen muslim, pariwisata ramah muslim, industri farmasi, dan kosmetika halal. 

Di sektor pakaian muslim, kata Airlangga, permintaan konsumen diperkirakan mencapai USD 20 miliar atau setara dengan Rp 289 triliun. Sementara di sektor makanan dan minuman, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menerapkan prinsip syariah full compliance. Yang mana produk halal bersifat wajib. 

"Nah, ekonomi industri makanan minuman termasuk produksi dan seluruh value chain, nilainya adalah USD 109 miliar atau Rp 1.000 triliun. Jadi, kalau ini kita terus dorong syariah compliance, maka dalam waktu tidak lama dari nomor tiga, kita bisa menyalip ke nomor satu," ujar politisi partai Golongan Karya (Golkar) itu.  

Pemerintah juga terus mendorong ekonomi syariah sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045. Makanya perlu diperkuat. Sejumlah strategi telah disiapkan untuk memperkuat keuangan syariah dan industri halal nasional terus berkembang. 

Pertama, memperluas kredit usaha rakyat (KUR) syariah. Dalam satu dekade terakhir, KUR syariah telah mencapai Rp 75 triliun. Dan menjangkau 1,3 juta debitur. Kedua, optimalisasi bullion bank atau bank emas yang telah diluncurkan Presiden Prabowo pada 25 Februari 2025 lalu. 

Mengingat, Indonesia memiliki potensi produksi emas yang tinggi. Mencapai hampir 110 ton per tahun. Sehingga bisa menjadi underlying untuk ekonomi syariah dan penting disimpan oleh pesantren. 

"Pesantren simpanannya dalam bentuk emas. Menyimpan dan menabung emas, maka tentu mau ada gonjang-ganjing global economy, nilainya selalu tinggi. Recession-proof dan turbulent-proof adalah emas," ujar Airlangga. 

Pemerintah juga terus mendorong literasi keuangan syariah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI). Serta memperluas dan memperdalam aksesnya ke seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, pentingnya mempercepat digitalisasi integrasi sistem halal.  

"Sehinhga, sertifikasi halal bisa lebih tinggi. Tahun ini sudah 5,9 juta sertifikat diterbitkan dari target 10 juta sertifikat," imbuhnya. 

Dalam pengembangan infrastruktur, Airlangga menyampaikan, pemerintah telah memfasilitasi terbentuknya empat kawasan industri halal 

Pemerintah juga telah memfasilitasi empat kawasan industri halal. Yaitu di Jababeka, Cikarang, Serang, Bintan, dan Sidoarjo. Serta telah berdiri Indonesia Islamic Financial Center sebagai pusat pengembangan keuangan syariah nasional. 

"Ekonomi syariah bukan hanya tentang halal dan haram. Melainkan jalan menuju pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan. ISEF menjadi momentum untuk melahirkan inovasi, memperluas jejaring global, serta menghadirkan solusi konkret untuk membangun ekonomi," ungkapnya. 

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berkomitmen untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional melalui tiga pilar program strategis. Yakni, penguatan mata rantai produk halal, penguatan keuangan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi.  

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore