Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 04.30 WIB

LPPOM MUI Tampilkan Inovasi Halal di AOAC SEA Annual Conference 2025

LPPOM MUI dalam ajang AOAC Southeast Asia (SEA) Annual Conference 2025 yang berlangsung di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, Thailand. (Istimewa) - Image

LPPOM MUI dalam ajang AOAC Southeast Asia (SEA) Annual Conference 2025 yang berlangsung di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, Thailand. (Istimewa)

JawaPos.com - Laboratorium LPPOM MUI memperkuat posisinya sebagai pionir standar halal global dan keamanan pangan. Bahkan, dengan forum AOAC International, LPPOM mampu menghadirkan kolaborasi sains dan syariah untuk membangun sistem pengujian halal yang kredibel, harmonis, dan diakui oleh dunia.

Laboratorium LPPOM MUI kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Dalam ajang AOAC Southeast Asia (SEA) Annual Conference 2025 yang berlangsung di The Berkeley Hotel Pratunam, Bangkok, Thailand, pada 28–30 Oktober 2025, LPPOM MUI berperan sebagai salah satu pembicara utama di antara para ahli dari lembaga metrologi, regulator pangan, industri, dan akademisi se-Asia Tenggara.

AOAC sendiri dikenal sebagai lembaga internasional yang menetapkan standar metode pengujian untuk pangan, obat-obatan, dan lingkungan di lebih dari 90 negara.

Dalam kesempatan tersebut, General Manager LPPOM MUI Laboratory, Heryani, mengungkapkan bahwa LPPOM mengajak para ahli di forum AOAC untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya standarisasi pengujian halal di level regional dan global, mengingat perkembangan teknologi analisis yang semakin pesat dan kompleksitas produk pangan yang terus meningkat.

“Inter-laboratory variability adalah hal yang nyata, sehingga dibutuhkan mekanisme ilmiah dan syariah yang selaras untuk memastikan keputusan halal yang adil dan kredibel,” jelas Heryani.

Dia menegaskan bahwa LPPOM mendorong pembentukan Halal Testing Harmonization Working Group di bawah AOAC SEA section sebagai langkah awal menuju harmonisasi standar pengujian halal antar negara di Asia Tenggara dan dunia.

Topik yang diangkat oleh Laboratorium LPPOM MUI mendapat perhatian besar karena menjadi bagian dari agenda utama konferensi yang turut membahas isu-isu global seperti PFAS, mikotoksin, pestisida, hingga keamanan pangan lintas batas. Beragam persoalan tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antarnegara untuk menjaga mutu dan keamanan pangan dunia.

Dalam forum tersebut, LPPOM MUI menampilkan pengalaman Indonesia sebagai pelopor sertifikasi halal di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Kontribusi ini sekaligus mendukung misi AOAC dalam memastikan integritas data laboratorium serta kesetaraan hasil uji antarnegara dalam perdagangan internasional produk halal.

Sebelum tampil di Bangkok, tim Laboratorium LPPOM MUI juga berpartisipasi dalam AOAC International Annual Meeting & Exposition 2025 di San Diego, California, Amerika Serikat. Pada forum bergengsi itu, LPPOM menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dengan dua presentasi ilmiah yang berhasil lolos seleksi.

Riset pertama berjudul “Overcoming Matrix Challenges: A Sensitive GC-MS/MS Headspace Method for Ethylene Oxide and 2-Chloroethanol Residues in Multicomponent Spice Seasonings”. Sedangkan riset kedua, berjudul “Custom TaqMan PCR for Indigenous Salmonella Strains: A Rapid, Sensitive, and Robust Alternative to Conventional and Commercial Assays”.

Kedua penelitian tersebut mempertegas posisi LPPOM MUI sebagai laboratorium Indonesia yang kompetitif secara global dan berbasis riset, terutama di bidang keamanan pangan, pengujian halal, dan bioteknologi molekuler. 

Partisipasi aktif di dua forum AOAC itu membuktikan bahwa LPPOM tidak hanya berperan penting di tingkat nasional, tetapi juga diakui secara internasional sebagai lembaga yang memiliki kredibilitas tinggi dan komitmen terhadap inovasi ilmiah.

Kehadiran LPPOM MUI di dua ajang besar tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif berkontribusi dalam pengembangan metode ilmiah dan sistem halal global. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi halal dunia, sekaligus mencerminkan kemampuan lembaga nasional dalam menjalin kolaborasi internasional bersama AOAC.

Inisiatif pembentukan Halal Testing Harmonization Working Group yang diinisiasi bersama AOAC SEA termasuk pula langkah penting menuju terwujudnya Standar Global Pengujian Halal. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat kredibilitas laboratorium halal internasional serta mendorong perdagangan halal yang lebih transparan dan terpercaya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore