
Logam mulia dari UBS Gold. (Dok. UBS Gold)
JawaPos.com - Produsen emas batangan, Untung Bersama Sejahtera (UBS) Gold diterpa isu yang tidak sedap. Pasalnya, beredar luas informasi bahwa terdapat logam mulia emas keluaran PT UBS yang diduga dipalsukan.
Hal ini viral dan diunggah oleh akun TikTok, KoSteve. Pada video yang diunggah, tampak pemilik @pusatemasid, Andrew Susanto membeli logam mulia emas yang masih terbungkus merek UBS Gold. Dia menyatakan bahwa logam tersebut terdeteksi palsu, tetapi dia tetap memaksa membeli lantaran untuk mengedukasi masyarakat.
Selanjutnya, dia menjelaskan mengenai cara membedakan logam mulia palsu dengan yang tidak. Adapun salah satu tanda bahwa logam tersebut adalah logam palsu terlihat dari tak rapinya tulisan yang ada pada logam.
Selain itu, saat digesek ke batu dan ditetes air uji, serpihan emas logam palsu pada batu pun hilang, berbeda dari emas logam mulia asli dimana serpihan akibat gesekan dengan batu tidak hilang.
Sementara itu, menyikapi beredarnya informasi terkait emas palsu yang dikaitkan dengan perusahaan. UBS Gold menegaskan bahwa seluruh produk mereka asli, bersertifikat resmi, dan diproduksi sesuai dengan standar nasional (SNI).
Direktur Marketing UBS Gold, Catur Limas, menyatakan perusahaan sama sekali tak menoleransi segala bentuk pemalsuan produk emas dan berkomitmen penuh untuk melindungi kepercayaan konsumen.
"Kami memahami munculnya kekhawatiran di media sosial terkait tuduhan yang mempertanyakan keaslian produk emas. Kami ingin menegaskan bahwa seluruh produk UBS Gold adalah asli, bersertifikat resmi, dan diproduksi sesuai standar nasional SNI," ujar Catur dalam keterangan resminya, Rabu (8/10).
Catur menjelaskan bahwa seluruh produk emas UBS Gold yang dijual melalui jaringan resmi telah melewati proses sertifikasi dan uji kadar emas sesuai standar SNI.
"Selama 44 tahun, UBS Gold berkomitmen menjaga keaslian dan kualitas setiap produk emas yang kami hasilkan. Keaslian setiap produk dapat diverifikasi melalui nomor seri pada kemasan, baik yang dibeli di toko emas langganan, toko resmi UBS Gold, maupun akun resmi UBS Gold di berbagai marketplace," paparnya.
Terkait tuduhan adanya emas palsu, UBS Gold saat ini telah berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menindaklanjuti informasi yang beredar dan memastikan tidak ada pihak yang dirugikan.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat, dan kami berkomitmen untuk terus menjaga transparansi, kualitas, serta keaslian setiap produk emas kami," tegas Catur.
Di sisi lain, dia menegaskan bahwa UBS Gold menjadikan kepercayaan masyarakat sebagai prioritas utama. Selain menjaga kualitas produk, perusahaan juga aktif mengedukasi publik mengenai cara mengenali emas asli dan membedakannya dari produk palsu, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.
"Sebagai perusahaan yang telah dipercaya masyarakat, UBS Gold selalu menjunjung tinggi prinsip transparansi, keaslian, dan perlindungan konsumen," tambah Catur.
Selama 44 tahun beroperasi, UBS Gold mengakui tak hanya mendapat kepercayaan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor ke 35 negara.
Catur pun tak lupa untuk membagikan panduan kepada konsumen untuk memastikan keaslian logam mulia emas UBS Gold, diantaranya adalah:
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
