Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 18.07 WIB

Bansos PKH BPNT Oktober-November Kapan Cairnya? Isinya Bertambah, Beras 20 Kg dan Minyak 4 Liter

Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) antri untuk menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) beras 20 kg di Kantor Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Depok, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com Kabar gembira untuk para penerima bantuan sosial! Pemerintah memastikan bahwa pada periode Oktober–November 2025, program Bansos PKH dan BPNT akan kembali mendapat penebalan bantuan. Artinya, keluarga penerima manfaat (KPM) akan memperoleh tambahan bantuan berupa beras dan minyak goreng.

Hingga saat ini, ada 27 daerah di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah penerima penebalan bantuan PKH BPNT tersebut. Daerah dengan kenaikan tertinggi tercatat di NTT yang mencapai 8 persen.

Berdasarkan informasi terbaru per 13 Oktober 2025 dari Diary Bansos, penyaluran bantuan ini akan segera dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog. Total penerima manfaat pada periode kali ini diperkirakan mencapai 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia. Seperti periode sebelumnya (Juni–Juli 2025), bantuan akan disalurkan secara langsung melalui masing-masing desa atau kelurahan.

Untuk jenis bantuannya, setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan, sehingga totalnya menjadi 20 kilogram. Selain itu, pemerintah juga menambahkan bantuan berupa minyak goreng 2 liter per bulan, atau total 4 liter untuk dua bulan penyaluran.

Adapun mekanismenya sama seperti sebelumnya: KPM akan mendapatkan undangan resmi untuk pengambilan di kantor desa atau kelurahan dengan membawa KTP asli dan surat undangan.

Menariknya, data penerima bansos kali ini mengalami perubahan. Ada daerah yang jumlah penerimanya bertambah, ada pula yang berkurang. Penambahan penerima terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara (+1,4%), Riau (+1,3%), Banten (+1,1%), Kalimantan Tengah (+3%), Sulawesi Tengah (+4,1%), hingga Papua Pegunungan (+7,6%). Sementara itu, pengurangan penerima terjadi di daerah seperti Aceh (-2,5%), Jambi (-2,4%), dan Jawa Barat (-3,5%).

Perubahan data ini berdasarkan DTSEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional terbaru. Tujuannya agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang dinilai masih memenuhi kriteria penerima manfaat. Jika jumlah penerima di suatu daerah menurun, hal ini biasanya karena adanya evaluasi terhadap kelayakan penerima sebelumnya.

Sementara itu, untuk Bansos PKH dan BPNT tahap keempat tahun 2025, pemerintah belum mengumumkan jadwal pencairan pastinya. Data sementara menunjukkan bahwa status penyalurannya masih “belum muncul” pada sistem pengecekan DTKS hari ini (13 Oktober 2025).

Meski demikian, masyarakat diminta untuk bersabar karena proses verifikasi dan validasi masih berlangsung di tingkat pusat.

Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga mulai hari ini tengah menyalurkan bantuan atensi yatim piatu, dengan nominal yang bervariasi antara Rp 400 ribu hingga Rp 1,8 juta. Besarnya bantuan tergantung pada periode pencairan sebelumnya karena ada penerima yang belum mencairkan bantuan dari periode pertama (Januari–Februari) hingga keempat (Juli–September).

Untuk penyalurannya, dana sudah masuk ke rekening penerima di Bank Mandiri, namun sebagian masih belum diambil oleh penerima terkait.

Bagi yang sudah mendapatkan kartu atau buku rekening atensi, disarankan untuk segera mengecek saldo masing-masing. Pemerintah desa atau kelurahan biasanya akan memberikan pemberitahuan langsung jika bantuan sudah siap dicairkan.

Jadi, buat para penerima PKH, BPNT, maupun atensi yatim piatu, pantau terus informasi resmi dari desa dan situs Kementerian Sosial.

Jika sesuai rencana, penebalan bansos periode Oktober–November 2025 akan segera cair dalam waktu dekat. Pastikan data Anda sudah valid agar tidak ketinggalan bantuan yang nilainya bisa mencapai jutaan rupiah!

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore