Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 18.20 WIB

Bansos PKH-BPNT Cair Akhir Oktober 2025, Cek Cara Mencairkannya!

Ilusrasi Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) antri untuk menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).   (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilusrasi Keluarga Penerima Bantuan Pangan (PBP) antri untuk menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kabar gembira untuk para penerima bantuan sosial! Pemerintah memastikan bahwa Bansos PKH BPNT akan kembali dicairkan pada akhir Oktober 2025. Tak hanya itu, kali ini juga ada penebalan bantuan untuk periode Oktober–November 2025.

Dengan begitu, nilai bantuan yang diterima masyarakat akan lebih besar dibanding sebelumnya. Jadi, bagi penerima manfaat, pastikan Anda tahu cara mencairkannya agar tidak ketinggalan.

Bantuan ini disalurkan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog, dengan total penerima mencapai 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Masing-masing KPM akan menerima 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan, sehingga totalnya 20 kilogram, serta tambahan minyak goreng 2 liter per bulan, atau 4 liter untuk dua bulan penyaluran.

Bantuan ini bersifat non-tunai, jadi pencairannya dilakukan melalui mekanisme distribusi langsung di desa atau kelurahan masing-masing.

Untuk mencairkan bantuan, KPM wajib membawa surat undangan dan KTP asli ke lokasi penyaluran sesuai jadwal yang ditentukan oleh desa atau kelurahan. Jika penerima berhalangan hadir, bantuan dapat diwakilkan oleh anggota keluarga dengan melampirkan surat kuasa dan identitas yang sah.

Penyaluran dilakukan sekali untuk dua bulan, sehingga penerima langsung mendapat total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Ingat, pencairan bantuan ini hanya dilakukan jika kamu termasuk yang mendapat undangan dari desa setempat, ya.

Berdasarkan pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ada sejumlah daerah yang mengalami perubahan jumlah penerima. Beberapa wilayah seperti NTT (+8%), Papua Pegunungan (+7,6%), dan Sulawesi Tengah (+4,1%) tercatat mengalami penambahan penerima, sedangkan daerah seperti Jawa Barat (-3,5%), Aceh (-2,5%), dan Jambi (-2,4%) justru mengalami pengurangan.

Perubahan ini merupakan hasil evaluasi pemerintah untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, untuk Bansos PKH dan BPNT tahap keempat tahun 2025, sistem DTKS per 13 Oktober 2025 menunjukkan bahwa status pencairan masih dalam proses verifikasi. Namun, berdasarkan jadwal sebelumnya, penyaluran diperkirakan mulai akhir Oktober hingga awal November 2025.

Daerah yang Mendapat Penambahan dan Pengurangan Bansos

Berdasarkan data terbaru per 13 Oktober 2025, tercatat ada 27 daerah yang mengalami penambahan penerima, sementara beberapa daerah lainnya justru mengalami pengurangan karena sudah tidak memenuhi kriteria bantuan sosial.

Total penerima bantuan penebalan kali ini mencapai sekitar 18,27 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Sama seperti periode sebelumnya, bantuan ini akan disalurkan melalui Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung ke masing-masing desa atau kelurahan.

Setiap KPM akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan selama dua bulan, sehingga totalnya menjadi 20 kilogram beras, serta tambahan minyak goreng 2 liter per bulan, atau 4 liter untuk periode Oktober–November.

Dikutip dari Diary Bansos, Senin (13/10) dari hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), ada sejumlah daerah yang jumlah penerimanya meningkat signifikan. Beberapa wilayah yang mengalami kenaikan penerima bantuan antara lain:

Sumatera Utara (+1,4%)
Riau (+1,3%)
Banten (+1,1%)
Kalimantan Tengah (+3%)
Sulawesi Tengah (+4,1%)
Papua Pegunungan (+7,6%)
NTT (+8%), menjadi daerah dengan penambahan tertinggi.

Sementara itu, beberapa daerah justru mengalami pengurangan penerima bantuan, diantaranya:

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore