Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 00.47 WIB

Setahun Prabowo-Gibran, Menaker Jawab Janji 19 Juta Lapangan Pekerjaan: Itu kan Target 5 Tahun

Menaker Yassierli (tengah) usai membuka program magang nasional di kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (20/10). (Febry Ferdian/Jawa Pos) - Image

Menaker Yassierli (tengah) usai membuka program magang nasional di kantor Kemnaker, Jakarta, Senin (20/10). (Febry Ferdian/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) Yassierli, memaparkan evaluasi terhadap tingkat pengangguran nasional yang menurut dia harus mengacu pada data resmi dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas). Dia menyebut, pemerintah saat ini masih menunggu rilis terbaru untuk melihat sejauh mana capaian penciptaan lapangan kerja dalam satu tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 

"Kalau bicara pengangguran, kita harus berbasis data. Sudah ada survei dari Sakernas, dan kita tinggal menunggu angka resmi yang akan menjadi acuan," kata Menaker Yassierli usai kegiatan peluncuran pemagangan nasional di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (20/10) 

Menurutnya, berbagai program prioritas yang diluncurkan Presiden Prabowo diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk memperluas kesempatan kerja. Dia mencontohkan program makan bergizi gratis, revitalisasi desa nelayan, hilirisasi, hingga bantuan perumahan yang seluruhnya dirancang untuk menyerap tenaga kerja.

"Pak Presiden sering menekankan bahwa Makan Bergizi Gratis itu bukan hanya soal gizi, tapi juga penciptaan lapangan kerja. Begitu juga dengan pengembangan desa nelayan, hilirisasi, hingga program perumahan. Semua diarahkan untuk membuka peluang kerja dan menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal," ujarnya.

Sedangkan, ketika ditanya soal janji kampanye Presiden Prabowo untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja dalam lima tahun, Yassierli menyebut prosesnya berjalan secara bertahap dan baru memasuki tahun pertama pemerintahan. "Kalau bicara angka 19 juta, itu kan target lima tahun. Tahun ini kita lihat dulu data yang ada. Saya optimistis karena sudah terlihat tren positif dengan berbagai inisiatif yang berjalan," ungkapnya.

"Jadi, tidak perlu berspekulasi. Nanti akan ada data berkualitas yang bisa kita jadikan acuan. Kita harus optimistis," tegas Yassierli.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore