
Kementan melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) mencetak wirausahawan muda di sektor pertanian. (Ist)
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) terus menorehkan hasil nyata dalam mencetak wirausahawan muda di sektor pertanian. Sebagai bentuk apresiasi, Associate Vice President Department for Country Operations IFAD Donal Brown bersama Director Chief Risk Officer IFAD Jose Molina meninjau dua penerima manfaat Program YESS di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/10).
Kunjungan ini merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan Program YESS—kerja sama strategis antara Kementan dan IFAD sejak 2019—yang berfokus pada regenerasi petani di 19 kabupaten sasaran di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya peran petani muda dalam membangun pertanian modern dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Petani milenial adalah kunci. Jika mereka turun ke sawah dengan teknologi dan pendapatan menjanjikan, desa akan bergerak dan ekonomi tumbuh," ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan, petani muda perlu dibekali keterampilan teknis dan manajerial agar mampu menghasilkan komoditas ekspor berkualitas serta mengembangkan model bisnis pertanian modern. Rombongan IFAD didampingi Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Direktur Polbangtan Gowa, Project Manager YESS Nasional, dan Project Manager YESS PPIU Sulsel.
Kunjungan pertama dilakukan ke Inkiya Farm, usaha selada hidroponik milik Andi Hartini. Ia mengaku pelatihan dan pendampingan YESS sangat membantu peningkatan produksi dan perluasan jaringan pemasaran.
"Dana hibah YESS saya gunakan membeli genset agar produksi tidak terganggu saat listrik padam. Kini saya bermitra dengan dua swalayan besar," ungkapnya.
Kunjungan berikutnya ke usaha jamur tiram milik Nurlia, yang juga penerima manfaat YESS. "Berkat dukungan YESS, saya bisa membeli alat penyemprotan otomatis. Produksi meningkat dari ratusan menjadi 3.000 baglog, dan pasar pun makin luas," ujarnya.
Donal Brown menyampaikan kekagumannya atas keberhasilan Program YESS dan para petani muda Indonesia. "Di banyak negara, pertanyaan yang sama muncul: bagaimana menciptakan pekerjaan layak bagi kaum muda di desa? Jawabannya, jadikan pertanian bidang usaha menarik bagi mereka. Program YESS telah membuktikannya dengan memberi keterampilan dan kepercayaan diri. Kami berharap program ini terus berlanjut ke fase berikutnya," tuturnya.
Sinergi Kementan dan IFAD melalui Program YESS menunjukkan bahwa regenerasi petani muda bukan sekadar cita-cita, tetapi kenyataan yang tumbuh di lapangan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
