Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 November 2025, 04.00 WIB

Ekonom Global Kagumi Ketahanan Makro Indonesia: Stabil di Tengah Turbulensi Dunia

Investasi difokuskan di pasar modal. (Dery Ridwansah/Jawapos) - Image

Investasi difokuskan di pasar modal. (Dery Ridwansah/Jawapos)

JawaPos.com — Ekonom global menilai Indonesia tampil sebagai contoh ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi harga konsumen sebesar 2,86 persen secara tahunan (YoY) dan 2,1 persen secara tahun kalender (YtD), menunjukkan keberhasilan menjaga kestabilan harga di tengah tekanan eksternal.

Chief Economist Juwai IQI Global, Shan Saeed, mengatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan disiplin kebijakan ekonomi nasional. "Moderasi ini yang berada dalam kisaran 2-3 persen mencerminkan ketepatan kebijakan moneter Bank Indonesia dan efektivitas pengelolaan fiskal yang terukur," ujarnya kepada media Senin (3/11).

Menurut Saeed, kombinasi inflasi rendah dan pertumbuhan ekonomi yang solid menjadikan Indonesia salah satu ekonomi paling tangguh di kawasan. "Koeksistensi antara inflasi rendah dan pertumbuhan yang kuat menjadi cawan suci dalam manajemen makroekonomi, melindungi daya beli masyarakat sekaligus mendorong pembentukan modal produktif," ungkapnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah dan otoritas moneter memperkuat kepercayaan investor dan menjaga stabilitas sosial. "Sinergi kebijakan ini memperkuat fondasi ekonomi nasional, menghasilkan kepercayaan pasar dan stabilitas sosial yang terjaga," kata Saeed.

Dengan inflasi yang menuju kisaran 2 persen dan pertumbuhan PDB sekitar 5,8 persen, Saeed menilai Indonesia kini menjadi teladan bagi negara berkembang lainnya. "Indonesia adalah tangan yang stabil di tengah turbulensi global, sekaligus simbol kemakmuran yang disiplin," tutupnya.

Stabilitas Nilai Tukar Perkuat Kepercayaan Publik

Ia menambahkan, stabilitas nilai tukar rupiah sepanjang tahun memperkuat kepercayaan publik terhadap ortodoksi moneter Indonesia dan menegaskan ketahanan eksternal ekonomi nasional.

Optimisme terhadap ekonomi Indonesia juga tercermin dari kinerja pasar modal dan arus investasi asing langsung (FDI) yang tetap positif. IHSG tercatat naik sekitar 7,5 persen secara tahunan hingga mencapai kisaran 8.272 poin, sementara FDI tahun 2024 menembus US$24,1 miliar.

"Narasi pasar saham tetap konstruktif, sejalan dengan momentum pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Saeed. Ia menilai momentum tersebut memperkuat reputasi Indonesia sebagai magnet bagi modal berkualitas, "didukung oleh arsitektur kebijakan reformis dan kedalaman institusional," tambahnya.

Saeed menilai Indonesia berada dalam posisi kuat untuk memperluas ruang kebijakan dan menjaga daya saing investasi. "Momentum ini memperkuat reputasi Indonesia sebagai magnet bagi modal berkualitas, didukung oleh arsitektur kebijakan reformis dan kedalaman institusional," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore