Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 00.13 WIB

Indonesia Mobilisasi USD 7,7 Miliar per Tahun dari Pasar Karbon, Peluang Investasi Hijau Terbuka Lebar

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Brasil. (Istimewa) - Image

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) di Brasil. (Istimewa)

JawaPos.com – Langkah berani Indonesia di COP30 bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga membuka babak baru bagi perekonomian nasional. Pemerintah mengumumkan keberhasilan mobilisasi investasi lintas sektor hingga US$7,7 miliar atau sekitar 128,5 triliun rupiah per tahun melalui skema pasar karbon.

Hal ini merupakan sebuah sinyal kuat bagi para investor global. Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH melaporkan bahwa pilar utama dari strategi ini adalah Peraturan Presiden tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Regulasi ini menjadi landasan bagi pembiayaan proyek-proyek rendah emisi, menciptakan ekosistem ekonomi hijau yang menguntungkan.

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau adalah sebuah keniscayaan yang profitabel.

“COP30 menjadi momentum untuk membuktikan bahwa pembangunan hijau tidak hanya mungkin, tetapi juga menguntungkan,” katanya lewat keterangannya, Jumat (7/11).

Menurutnya, langkah ini didukung oleh penghentian investasi pada pembangkit batu bara baru sejak 2023 dan percepatan penutupan PLTU lama. Kebijakan ini secara langsung mengalihkan fokus investasi ke sektor energi terbarukan, yang ditargetkan mencapai 23 persen dari bauran energi nasional pada 2030.

Dengan adanya kepastian hukum dan komitmen politik yang kuat, Indonesia kini menjadi destinasi menarik bagi modal yang mencari pertumbuhan berkelanjutan, mulai dari proyek energi bersih, restorasi ekosistem, hingga teknologi pengelolaan limbah modern.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore