Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2025, 02.20 WIB

PGE Catat Pendapatan Rp 5,1 Triliun di Kuartal III 2025, Lampaui Target Perusahaan

PGE area Lahendong. (Istimewa)

JawaPos.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang kuat hingga kuartal ketiga tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 318,86 juta atau Rp 5,1 triliun, melampaui target sebelumnya sebesar USD 314,3 juta atau Rp 5 triliun. 

Angka ini meningkat 4,20 persen year-on-year (YoY) dibandingkan dengan USD 306,02 juta atau Rp 4,9 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Kinerja positif tersebut didorong oleh beroperasinya Lumut Balai Unit 2 dengan kapasitas 55 megawatt (MW) yang mulai beroperasi penuh sejak Juni 2025. Capaian ini semakin memperkuat keyakinan PGE dalam mendukung agenda transisi energi dan kemandirian energi nasional yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 September 2025, PGE mencatatkan pendapatan USD 318,86 juta atau Rp 5,1 triliun, laba bersih USD 104,26 juta atau Rp 1,67 triliun, EBITDA USD 248,97 juta atau Rp 3,98 triliun, total aset USD 2,96 miliar atau Rp 47,36 triliun, dan kas & setara kas USD 628,12 juta atau Rp 10,05 triliun.

“Pencapaian ini merupakan bukti nyata kemampuan Perusahaan dalam memperkuat kinerja operasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan. Hasil positif ini memotivasi kami untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham dan mempercepat transisi nasional menuju energi bersih,” jelas Yurizki Rio, Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, dalam keterangannya.

Dari sisi keuangan, total aset lancar PGE meningkat dari USD 828,56 juta atau Rp 13,26 triliun menjadi USD 831,78 juta atau Rp 13,31 triliun dibandingkan posisi per 31 Desember 2024. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan bisnis yang positif serta menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin kokoh dan sejalan dengan arah pengembangan yang telah ditetapkan.

Ahmad Yani, Direktur Operasi PGE, mengungkapkan bahwa sejumlah faktor strategis turut berkontribusi terhadap capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas operasional dilakukan melalui berbagai proyek prioritas sepanjang tahun 2025.

“Hasilnya telah mulai menunjukkan hasil yang nyata. Beroperasinya Proyek Lumut Balai Unit 2 pada Juni lalu juga berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan tahunan Perusahaan. Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa PGE akan terus mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis lainnya.

“Ke depannya, kami akan terus mengakselerasi pengembangan proyek-proyek strategis lainnya untuk memperkuat portofolio panas bumi nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menegaskan bahwa perusahaan terus berupaya mencapai target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) yang dikelola secara independen dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Ia menekankan bahwa pencapaian target tersebut bukan akhir dari perjalanan perusahaan.

“Oleh karena itu, kami terus menatap masa depan untuk mencapai target 1,8 GW pada tahun 2033 dan mengembangkan potensi panas bumi hingga 3 GW,” lanjutnya.

Sebagai pelopor pengembangan energi panas bumi di Indonesia dengan pengalaman lebih dari empat dekade, PGE saat ini mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW di enam wilayah operasi. 

Selain Lumut Balai Unit 2, perusahaan juga tengah mengembangkan proyek Hululais Unit 1 & 2 berkapasitas 110 MW, proyek kogenerasi berkapasitas total 230 MW, serta melakukan eksplorasi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Tiga yang diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Juni 2025.

Julfi menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada manfaat nyata bagi masyarakat melalui energi bersih dan berkelanjutan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore