Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 18.11 WIB

Ekonomi Kreator Indonesia Diproyeksikan Capai USD 376 Miliar pada 2030, Dorongan Utama Datang dari Autentisitas Konten

Ilustrasi: Membuat konten digital dengan platform seperti TikTok. (eCommerce Nurse) - Image

Ilustrasi: Membuat konten digital dengan platform seperti TikTok. (eCommerce Nurse)

JawaPos.com - Di tengah derasnya arus ekonomi digital, para kreator konten muncul sebagai wajah baru dari kekuatan ekonomi Indonesia. Studi terbaru bertajuk “The Art & Science of Authenticity” yang dirilis oleh Accenture Song memperkirakan, pada tahun 2030 para kreator di Indonesia akan berkontribusi hingga USD 376 miliar terhadap dampak komersial nasional. 

Nilai ini mencakup total barang dan jasa yang dipengaruhi atau dikonversi melalui konten kreatif di dunia maya, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengaruh ekonomi kreator terbesar di Asia Pasifik dan salah satu dengan pertumbuhan tercepat di kawasan.

Angka fantastis itu menunjukkan bahwa kreativitas bukan lagi sekadar ekspresi personal, melainkan aset ekonomi yang nyata. Kreator kini memegang peran penting dalam mengubah koneksi menjadi konversi, menarik perhatian publik, membangun kepercayaan, dan mendorong keputusan pembelian. 

Mereka menjadi penggerak ekonomi baru yang lahir dari dunia digital, berperan besar dalam mendorong bisnis, brand, hingga UMKM untuk tumbuh bersama komunitas daring mereka.

Salah satu kunci utama di balik besarnya dampak ekonomi tersebut adalah autentisitas. Studi Accenture Song mengungkap bahwa delapan dari sepuluh orang Indonesia (81 persen) mengaku lebih terpengaruh untuk membeli karena konten yang terasa jujur dan apa adanya. 

Bagi audiens, autentisitas menjadi penanda kepercayaan di tengah banjir informasi dan iklan digital. Konten yang dibuat tanpa filter, spontan, dan memperlihatkan sisi manusiawi sang kreator, dikenal sebagai konten lo-fi, bahkan dinilai lebih meyakinkan oleh 55 persen konsumen Indonesia.

Sementara 70 persen lainnya merasa siaran langsung (live streaming) lebih nyata dan autentik. Kemudian, kejujuran dan kedekatan inilah yang kemudian mendorong perilaku nyata. 

Sebanyak 87 persen konsumen Indonesia mengaku bertindak setelah menonton konten yang mereka anggap autentik, baik dengan mencari informasi lebih lanjut, mengunjungi situs brand, maupun langsung melakukan transaksi. 

Angka ini menjadi yang tertinggi di Asia Pasifik, memperlihatkan bahwa kepercayaan dan koneksi emosional kini lebih berharga daripada promosi besar-besaran.

Namun di balik kekuatan kreativitas itu, ada tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara seni dan strategi. Di sinilah platform seperti TikTok One berperan sebagai jembatan antara kreator dan dunia bisnis. 

TikTok One menghadirkan ekosistem terpadu bagi brand untuk menemukan kreator yang tepat, mengatur produksi konten, hingga mengukur hasil kampanye secara efisien dalam satu platform. 

Sementara bagi kreator, TikTok One membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dengan menerima undangan kerja sama langsung dari brand, maupun dengan mendaftar melalui fitur Open Applications yang memberi kesempatan setara bagi siapa pun yang ingin berkembang.

Untuk mempermudah proses kreatif, TikTok juga memperkenalkan Symphony Assistant, asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu pengiklan dan kreator dalam mengembangkan ide, menulis naskah, hingga menyempurnakan materi iklan berdasarkan jutaan data performa konten di TikTok. 

Fitur ini kini sudah bisa digunakan dalam berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, dan diakses melalui TikTok Creative Center maupun Adobe Express.

Gabungan antara kreativitas manusia dan kecerdasan buatan ini menjadi cermin transformasi baru industri kreatif Indonesia, ketika storytelling yang autentik bertemu dengan data dan teknologi yang presisi. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore