Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 November 2025, 13.54 WIB

Pencairan Bansos Akhir Tahun Dimulai: 35 Juta KPM Ditarget Rampung November, Catat Caranya

Ilustrasi Warga di Banyuwangi menerima bansos yang disalurkan melalui PosIND. (Istimewa) - Image

Ilustrasi Warga di Banyuwangi menerima bansos yang disalurkan melalui PosIND. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) menjelang akhir tahun. Lebih dari 15,7 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima bansos triwulan IV dari total target 35,04 juta KPM. 

Pemerintah juga memastikan pencairan dilakukan bertahap agar tepat sasaran dan menghindari penumpukan di lapangan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan sebagian besar bantuan telah disalurkan melalui bank-bank Himbara, sementara ratusan ribu KPM lainnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia.

"Kita sudah menyalurkan tahap pertama ini kepada 15.726.385 KPM. Semua atau sebagian besar melalui Himbara, sekitar 676.130 lebih melewati PT Pos," ujar Gus Ipul, Selasa (18/11).

Tahap II Mulai Pekan Ini, Belasan Juta KPM Siap Mencairkan Bansos

Kemensos menjadwalkan penyaluran tahap kedua mulai pekan ini. Sebanyak 11,6 juta KPM akan menerima bansos melalui PT Pos Indonesia, sementara 1 juta KPM lainnya dicairkan via Himbara.

"Kita harapkan tentu bantuan dari Presiden ini nanti bisa diterima mereka yang lebih berhak," kata Gus Ipul.

Tahap ketiga pun telah dipersiapkan untuk 7,71 juta KPM. Pemerintah menargetkan seluruh pencairan rampung pada akhir November dengan total penerima mencapai lebih dari 35 juta keluarga.

"PT Pos untuk pertama kalinya ini mungkin akan menyalurkan lebih dari 10 juta KPM," tambahnya.

Gus Ipul menegaskan seluruh biaya distribusi dan operasional sudah ditanggung negara, sehingga tidak boleh ada potongan apa pun dari pihak mana pun.

Penerima BLTS Baru Wajib Bawa Surat Pemberitahuan

PT Pos Indonesia akan mulai mencairkan bantuan pada Jumat mendatang. Mekanisme pencairan dilakukan dua hari setelah dana diterima dan akan melibatkan koordinasi dengan pemerintah daerah agar proses berjalan tertib.

Senior Vice President Government and Corporate PT Pos Indonesia, Hendra Sari, mengatakan bahwa karena banyak penerima adalah KPM baru, proses sosialisasi menjadi penting.

"Karena penerima ini adalah penerima baru, tentunya butuh sosialisasi," ujarnya.

Ia menjelaskan penerima BLTS wajib membawa surat pemberitahuan dari PT Pos serta KTP atau Kartu Keluarga (KK) saat mengambil bantuan.

"Yang datang kalau namanya tertera dalam daftar penerima, maka cukup membawa KTP saja. Apabila yang datang anggota keluarga, maka harus melampirkan KK," tuturnya.

Atur Jadwal & Hindari Kerumunan

PT Pos memastikan pegawai di lapangan akan membagikan surat pemberitahuan secara terkoordinasi dengan pemda, termasuk menentukan jadwal dan titik pencairan agar tidak terjadi kerumunan besar.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore