
ILUSTRASI. Menabung.
JawaPos.com-Perubahan ekonomi yang begitu cepat dan ketidakpastian finansial yang terus meningkat menuntut satu hal. Yakni kemampuan mengelola keuangan yang efektif.
Di era serba digital ini, menabung bukan lagi pilihan, melainkan strategi wajib untuk menghadapi inflasi, kebutuhan darurat, hingga gempuran gaya hidup konsumtif. Lalu, apa hubungan menabung dengan kemampuan Anda mengontrol diri dan mengurangi stres?
Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen, Muthia Aulianisa Rahman menyoroti pentingnya literasi keuangan. Yakni kemampuan seseorang memahami konsep dasar keuangan, dalam kebiasaan menabung.
Individu dengan literasi keuangan tinggi, menurut Muthia, cenderung mampu membuat keputusan yang lebih bijak terkait pendapatan dan pengeluaran. Inilah pondasi awal untuk kebiasaan menabung konsisten.
Pendidikan tentang menabung seharusnya dimulai sejak usia dini. Tujuannya bukan hanya sekadar menyimpan uang, tetapi juga membentuk karakter.
"Kebiasaan ini bukan hanya berfungsi sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai upaya memperkuat karakter disiplin, kemampuan mengambil keputusan, dan juga kontrol diri terhadap perilaku konsumtif," ujar Muthia.
Dia menegaskan bahwa menabung adalah kunci utama membangun kesejahteraan finansial jangka panjang.
"Dengan demikian, menabung merupakan pondasi penting dalam membangun kesejahteraan finansial jangka panjang," tambah Muthia.
Muthia mengakui, perkembangan teknologi digital memberikan dampak besar pada pola menabung masyarakat. Aplikasi keuangan dan dompet digital mempermudah siapa pun untuk menabung secara praktis.
Namun, di sisi lain, kemudahan transaksi digital juga bisa meningkatkan kecenderungan konsumsi impulsif jika tidak dikelola dengan baik.
"Hal ini menunjukkan bahwa menabung di era modern bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan pengendalian diri, kesadaran finansial, dan kemampuan mengoptimalkan teknologi untuk kebaikan finansial," ucap Muthia.
Menariknya, menabung juga memiliki manfaat besar bagi kesejahteraan psikologis. Individu yang memiliki tabungan darurat umumnya lebih siap menghadapi situasi darurat. Otomatis, tingkat stres finansial mereka jauh lebih rendah.
Memiliki cadangan dana membuat Anda mampu mengambil keputusan keuangan dengan lebih tenang dan tanpa tekanan besar. Tabungan memberikan rasa aman dan kenyamanan emosional yang meningkatkan ketenangan hidup secara keseluruhan.
Untuk membentuk kebiasaan finansial yang lebih kuat dan adaptif, Muthia memaparkan 7 alasan utama mengapa menabung itu penting di masa kini:
Inflasi adalah musuh utama daya beli. Saat harga barang naik, nilai uang Anda menurun. Menabung menjadi instrumen untuk membangun ketahanan ekonomi.
