
Elnusa melalui PT Elnusa Petrofin bergerak cepat mengevakuasi AMT yang terjebak banjir. (Dok. PT Elnusa)
JawaPos.com – Derasnya hujan yang mengguyur Sumatra dalam beberapa hari terakhir kembali memutus akses, menenggelamkan jembatan, dan mengisolasi ribuan warga. Namun di tengah kepanikan dan keterbatasan, ada kisah tentang mereka yang tidak pernah berhenti bergerak.
Yakni, para Awak Mobil Tangki (AMT), pejuang energi yang setiap hari memastikan pasokan BBM dan LPG tetap mengalir di daerah terdampak bencana. Saat tujuh titik jalan poros terputus dan jalur berubah dalam hitungan jam, para AMT tetap berangkat.
Mereka menembus rute yang tak pasti, mengawal energi agar tetap sampai ke SPBU, layanan publik, hingga wilayah terdampak yang mulai kehabisan pasokan. Bagi mereka, tugas ini bukan sekadar mengantar bahan bakar, tetapi menjaga agar masyarakat tak kehilangan harapan.
Bahkan, bencana memaksa sebagian AMT mengambil keputusan berat. Ada yang harus meninggalkan mobil tangki di lokasi rawan dan berjalan pulang lebih dari 76 kilometer demi keselamatan.
Perjalanan panjang itu bukan hanya langkah kaki, melainkan bentuk tanggung jawab dan pengorbanan di tengah ancaman longsor susulan dan cuaca ekstrem. Di sisi lain, Elnusa melalui PT Elnusa Petrofin bergerak cepat mengevakuasi AMT yang terjebak.
Bantuan logistik dikirimkan, termasuk perangkat komunikasi agar koordinasi tetap berjalan saat sinyal di banyak titik hilang total. Dari kondisi kritis itulah, rantai pasok energi kembali tersambung sedikit demi sedikit.
“Di tengah bencana, energi bukan hanya soal bahan bakar, tetapi tentang harapan dan keberlangsungan hidup. Setiap tetes BBM yang sampai ke masyarakat adalah bagian dari perjuangan agar roda kehidupan tidak berhenti,” ujar Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji dalam keterangannya, Minggu (30/11).
Ia juga menambahkan, dedikasi para AMT adalah kisah keberanian yang jarang terlihat, namun dampaknya dirasakan oleh jutaan orang.
"Mereka berjalan jauh, menembus risiko, demi memastikan masyarakat tetap bergerak. Elnusa akan terus hadir, menjaga keselamatan mereka dan memastikan energi tetap mengalir untuk negeri," tambahnya.
Rustam menyebut, dedikasi itu tampak jelas di Nias. Pada Sabtu, 29 November 2025, Elnusa Petrofin menyalurkan 40.320 kilogram atau 13.440 tabung LPG 3 kg ke berbagai wilayah terdampak mulai dari Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunungsitoli hingga Nias Induk. Sehari sebelumnya, jumlah penyaluran mencapai 35.280 kilogram atau 11.760 tabung.
Tidak hanya LPG, BBM juga tetap bergerak di tengah medan yang penuh tantangan. Di Sibolga, tiga unit mobil tangki dikerahkan untuk melayani empat SPBU. Di Lhokseumawe, sebelas unit mobil tangki menjaga pasokan ke sembilan SPBU. Sementara di Teluk Kabung, 197 unit mobil tangki bekerja nyaris tanpa henti untuk melayani lebih dari 200 SPBU.
Di balik angka-angka itu, ada kerja keras yang jarang terlihat. Mulai dari koordinasi yang rumit di tengah sinyal yang hilang, perjalanan yang mempertaruhkan keselamatan, hingga semangat para AMT yang tidak pernah padam meski jalan terputus.
Rustam menyampaikan, bencana ini menjadi pengingat bahwa dedikasi tidak lahir dari keadaan tenang. Ia tumbuh dari krisis, dari langkah-langkah para pejuang energi yang memilih hadir saat banyak orang tak bisa bergerak.
"Dan bagi mereka, menjaga keselamatan serta memastikan energi tetap mengalir bukan hanya tugas, tetapi janji yang tak pernah putus," tutupnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
