Logo JawaPos
Author avatar - Image
03 Desember 2025, 22.16 WIB

Tanggapi Wacana Pembekuan Bea Cukai, Dirjen Djaka: Kami Tidak Ingin itu Terjadi lagi

Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama. (Nurul Fitriana/JawaPos.com) - Image

Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmennya untuk memperbaiki Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam waktu satu tahun ke depan. Hal ini seiring dengan citra lembaga tersebut yang buruk di mata publik hingga pimpinan tertinggi.

Merespons hal itu, Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama memastikan tidak ingin pembekuan itu kembali terjadi. Itu sebabnya, ia sangat mendukung proses berbenah diri instansi yang dipimpinnya. 

"Intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi dari bea cukai. Yang pasti bea cukai bahwa kita ke depannya akan berupaya untuk lebih baik," kata Djaka saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12).

"Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985 sampai dengan 1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh bea cukai. Sehingga tentunya bahwa bea cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif kepada Bea Cukai," tambahnya.

Lebih lanjut, Djaka juga membeberkan soal strateginya untuk memastikan agar Bea Cukai tidak lagi mengulangi sejarah di masa lampau. Sederet strategi yang dilakukan mulai dari perbaikan kultur budaya kerja hingga meningkatkan pengawasan di pelabuhan hingga bandara.

Selain itu, dari seluruh layanan yang ada, Djaka memastikan Bea Cukai akan melakukan perbaikan atas segala hal yang membuat tidak puas masyarakat.

"Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan. Tentunya masyarakat ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat, ketika ada ketidakpuasan, sedikit demi sedikit kita akan berupaya untuk memperbaikinya," jelasnya.

Sebelumnya, wacana pembekuan Bea Cukai, sebagaimana dulu pernah terjadi dan digantikan Societe Generale de Surveilance (SGS) yang merupakan perusahaan swasta asal Swiss.

Muncul lantaran citra buruk Bea Cukai di mata masyarakat. Hal ini sebagaimana disampaikan kepada awak media usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (27/11). 

"Saya sudah minta waktu ke Presiden satu tahun untuk nggak diganggu dulu. Saya biarkan, biarkan saya beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai, karena ancamannya serius," kata Purbaya.

"Kalau kita, Bea Cukai tidak bisa memperbaiki kinerjanya dan masyarakat masih nggak puas, Bea Cukai bisa dibekukan, diganti dengan SGS seperti zaman dulu lagi," tambahnya.

Dia menyampaikan saat ini para pegawai Bea Cukai sudah tahu betul soal ancaman yang akan diperoleh jika tak bisa diajak untuk memperbaiki citra lembaga. Selain karena akan digantikan seperti halnya SGS, itu artinya kata dia akan ada sebanyak 16 ribu pegawai yang siap-siap dirumahkan. 

"Jadi, sekarang orang-orang Bea Cukai mengerti betul ancaman yang mereka hadapi. Karena gini saya bilang, kalau kita gagal memperbaiki, nanti 16.000 orang pegawai Bea Cukai dirumahkan. Orang Bea Cukai pintar-pintar dan siap untuk mengubah keadaan," imbuh Purbaya. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore