Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Desember 2025, 03.02 WIB

Menkeu Purbaya Mendadak Sewot AI Buatan Anak Buahnya Disamakan dengan Kemenkes: Tersinggung Gue!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak sewot lantaran teknologi baru Artificial Inteligent (AI) buatan anak buahnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) disamakan dengan punya Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 

Hal ini sebagaimana disampaikan Purbaya saat ditanya awak media terkait dengan tingkat keakuratan aplikasi Trade AI untuk bisa mendeteksi dini praktik under-invoicing, over-invoicing hingga mencegah masuknya barang ilegal. 

"Jangan dibandingkan dengan Kementerian Kesehatan dong, tersinggung gue," kata Purbaya dalam Peresmian Alat Pemindai Peti Kemas dan Peluncuran Aplikasi Kepabeanan bernama Trade AI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12). 

Lebih lanjut, Purbaya menyampaikan bahwa keakuratan dengan teknologi AI memang tidak bisa sempurna mencapai 100 persen. Bahkan ia menilai aplikasi yang disebut memiliki nilai keakuratan sebesar 90 persen itu, realitanya pasti ada di bawah itu. 

"Ini AI kan sesuatu yang bisa, yang belajar kan. Pasti pertama akurasinya emang gak mungkin 100 persen. Karena dia akan belajar. Tapi kan dari result-result yang dibandingkan lagi ke lapangan, nanti dimasukkan tambahan sehingga AI-nya bisa belajar," ujar Purbaya. 

"Tapi kalau sekarang mereka bilang sih 90 persen akurasinya, tapi saya pikir masih di bawah itu ya," tambahnya. 

Meski begitu, bendahara negara ini menyampaikan bahwa dengan adanya teknologi berbasis AI ini, pihaknya bisa dimudahkan untuk memperkirakan awal selisih atas barang ataupun kontainer yang sedang diperiksa. 

Kemudian, jika realisasinya berubah terlalu banyak. Purbaya sendiri yang akan turun tangan untuk memastikan bahwa petugas Bea Cukai sudah bekerja dengan benar, atau memang aplikasi itu yang bekerja salah. 

"Nanti ketika realisasinya berubah terlalu banyak dari itu, saya bisa langsung ngecek orang yang memverifikasinya. Dia kerja benar atau AI-nya yang salah," jelasnya. 

Bahkan Purbaya optimistis bahwa tingkat akurasi teknologi AI di Bea Cukai akurasinya akan semakin tinggi seiring dengan berjalannya waktu. Ia menargetkan akan mendekati angka 100 persen pada Maret 2026. 

"Jadi ke depan itu arahnya. Saya pikir kalau Maret tahun depan sudah mendekati 100 persen akurasinya. Dan saya juga punya alat yang lebih kuantitatif untuk melihat bagaimana orang-orang belajar juga di lapangan bekerja," tukasnya. 

Sebelumnya, salah satu awak media sempat mempertanyakan soal tingkat akurasi dari teknologi AI yang diluncurkan Bea Cukai. Melalui pertanyaan itu, ia memberi contoh bahwa akurasi teknologi AI di Kemenkes yang pernah dicobanya tak bisa mencapai 100 persen.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore