
Presiden Donald Trump saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Ruang Oval Gedung Putih (18/11). (AP-Yonhap)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) tidak mengesampingkan kemungkinan untuk menghapus bea masuk barang-barang yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri karena berbagai alasan, kata kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett.
"Jika ada sesuatu yang sama sekali tidak diproduksi di AS, (Perwakilan Perdagangan AS) Jamieson Greer memimpin upaya mempelajari ini, bahwa ada keinginan untuk mengecualikan beberapa hal jika memang tidak seharusnya diproduksi di AS, misalnya karena iklim atau hal-hal semacam itu," kata Hassett kepada CBS, dikutip dari Antara, Senin (22/12).
Pada 9 November, Presiden AS Donald Trump mencatat pentingnya tarif yang dikenakan pada barang-barang impor. Dia mengatakan bahwa tarif tersebut telah memperbaiki tingkat inflasi negaranya dan menyebabkan harga saham AS mencapai rekor tertinggi.
Dia juga mengkritik para penentang kebijakan tarif, dengan menekankan bahwa AS memperoleh triliunan dolar dari tarif, yang akan membantu melunasi utang negara sebesar USD 37 triliun (sekitar Rp 619,2 kuadriliun).
Selain itu, pemimpin AS itu juga berjanji akan membayar warga AS, kecuali mereka yang berpenghasilan tinggi, dengan dividen sebesar USD 2.000 (sekitar Rp 33,4 juta) per orang dari pendapatan tarif tersebut.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
