Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Januari 2026, 14.29 WIB

Menhub Dudy Janjikan Pelabuhan Bebas Pedagang Asongan Seperti Bandara dan Stasiun

Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan Tanjung perak Surabaya. Kementerian perhubungan berkomitmen menjadikan pelabuhan tertib seperti bandara dan stasiun. (Istimewa) - Image

Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan Tanjung perak Surabaya. Kementerian perhubungan berkomitmen menjadikan pelabuhan tertib seperti bandara dan stasiun. (Istimewa)

JawaPos.com - Para pedagang asongan yang biasa hilir mudik di area pelabuhan di berbagai daerah menjadi salah satu fokus Kementerian perhubungan, dalam membenahi tata kelola pelabuhan di Indonesia.

Pembenahan itu fokus pada peningkatan layanan agar pelabuhan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengguna jasa.

dalam hal pedagang asongan, pembenahan akan meniru langkah PT KAI dalam membenahi stasiun dan Injourney Airport dalam membenahi bandara.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui, kondisi pelabuhan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di Indonesia Timur saat ini memang belum sepenuhnya ideal.

Jangankan Indonesia Timur, bahkan di Pulau Jawa sekalipun masih banyak pelabuhan yang belum tertata dengan baik.

“Kalau pelabuhan, tidak usah lihat jauh-jauh (ke wilayah Timur) lihatnya di sini saja. Bahwa perlu pembenahan? Iya, perlu pembenahan. Perlu waktu ya, tapi memang kita harus membenahi,” kata Dudy dalam Media Briefing di Jakarta, dikutip Kamis (1/1).

Menurut dia, persoalan ketertiban di pelabuhan tidak bisa dilepaskan dari proses panjang perubahan pola pikir masyarakat.

Meski demikian, Dudy optimistis seiring meningkatnya pendidikan dan kesadaran publik, pemahaman soal keselamatan juga akan ikut tumbuh.

“Saya yakin dengan semakin majunya pendidikan dan sebagainya, pemahaman dan kesadaran akan keselamatan itu meningkat. Jadi butuh waktu, ya memang butuh waktu,” ujarnya.

Dudy juga menyoroti dilema yang kerap dihadapi petugas di lapangan. Di satu sisi, penertiban diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan.

Namun di sisi lain, faktor sosial masyarakat sekitar pelabuhan sering kali membuat penindakan menjadi serba sulit.

“Masih galakan penduduk sekitarlah. Dengan segala alasan, dengan seribu macam alasan. Teman-teman kita sering dihadapkan pada posisi sulit, dilematis. Bertindak keras salah, tidak ditindak malah mengganggu,” tuturnya.

Ia mengakui, kesadaran masyarakat soal ketertiban memang belum merata. Ada yang sudah patuh, namun ada pula yang belum terlalu peduli terhadap aspek keselamatan.

“Jadi kita sebagai bangsa memang harus melewati proses itu. Ada kekurangan dan itu perlu dibenahi,” imbuhnya.

Sebagai contoh, Dudy mengungkapkan pengalamannya saat berkunjung ke Makassar tahun lalu. Ia menyoroti masih banyaknya pedagang asongan yang bahkan bisa naik hingga ke atas kapal penumpang.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore