Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 00.39 WIB

Kenaikan Harga Bahan Pokok di Aceh, Sumut, dan Sumbar Picu Inflasi, Imbas Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi: Kenaikan harga beras memicu inflasi di Aceh apda desmber 2025. (Istimewa) - Image

Ilustrasi: Kenaikan harga beras memicu inflasi di Aceh apda desmber 2025. (Istimewa)

JawaPos.com – Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 berdampak signifikan terhadap pergerakan harga kebutuhan pokok.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tiga provinsi terdampak bencana Sumatera masuk dalam kelompok daerah dengan inflasi tertinggi pada Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengungkapkan, secara bulanan seluruh provinsi di Indonesia mengalami inflasi. Namun, tingkat inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Aceh yang mencapai 3,60 persen.

“Dari sisi wilayah, semua provinsi mengalami inflasi secara bulanan. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh,” ujar Pudji dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1).

BPS juga memberikan tinjauan khusus terhadap provinsi-provinsi yang terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketiga wilayah tersebut tercatat mengalami inflasi pada Desember 2025 setelah sebelumnya mengalami deflasi pada November 2025.

Pudji menjelaskan, ketiga provinsi tersebut masuk dalam kelompok wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi secara nasional.

Lonjakan harga dipicu oleh terganggunya pasokan sejumlah komoditas akibat dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025.

“Penyebab inflasi di ketiga wilayah tersebut adalah kenaikan harga komoditas yang terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Secara umum, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Meski demikian, komoditas pemicunya berbeda di tiap daerah.

Di Provinsi Aceh, inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga beras. Sementara itu, inflasi di Sumatera Utara dipicu oleh melonjaknya harga cabai rawit.

"Adapun di Sumatera Barat, kenaikan harga bawang merah menjadi faktor utama pendorong inflasi," tukasnya.

Untuk diketahui, secara Nasional inflasi pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen. Inflasi Desember 2025 ditandai dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore