
Presiden Prabowo Subianto. (Tangkapan layar YouTube Kemensos RI)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan akan melakukan peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, pada sore hari ini, Senin (12/1).
Menurutnya, peresmian yang akan dilakukan merupakan sebuah modernisasi sebuah kilang minyak. Bahkan, ia percaya dengan upaya modernisasi itu akan berefek pada penghematan devisa negara dalam jumlah yang besar.
"Saya harus ada acara lagi di Balikpapan meresmikan suatu kilang. Suatu modernisasi kilang minyak di Balik papan. Dengan modernisasi kilang minyak ini, kita akan menghemat devisa yang banyak," kata Prabowo dalam acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seperti dipantau secara daring.
Lebih lanjut, Prabowo juga memastikan bahwa dengan hadirnya RDMP Balikpapan, Indonesia ke depan tak perlu lagi melakukan impor Bahan Bakar Minyak (BBM).
Untuk diketahui, peresmian RDMP Balikpapan mundur dari rencana. Mulanya, peresmian proyek penambahan produksi solar dalam negeri ini akan diresmikan pada 10 November 2025.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, pada awal November lalu. "Kita akan membangun kilang minyak kita. Kita tahu bahwa 10 November besok kita akan resmikan, tapi sisanya yang lain akan berjalan," kata Bahlil kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/11).
Meski baru mau diresmikan, rupanya Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) kini telah merampungkan pembangunan dua tangki raksasa di Terminal Lawe-Lawe serta satu unit fasilitas Single Point Mooring (SPM) berikut jalur perpipaannya pada akhir Desember 2025.
Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa fasilitas baru tersebut mampu menekan biaya logistik pengiriman crude oil. Kinerja dua tangki itu ditunjang jaringan pipa berdiameter 52 inci sepanjang 20,2 kilometer yang menghubungkan SPM dengan area penyimpanan. SPM sendiri merupakan fasilitas tambat di tengah laut yang digunakan sebagai gerbang masuk minyak mentah.
"Proyek RDMP Balikpapan membangun SPM dengan kapasitas mencapai 320.000 deadweight tonnage (DWT). Ini memungkinkan kapal tanker kapal jenis Very Large Crude Carrier (VLCC), berlabuh dan mengalirkan minyak mentah," kata Milla dalam keterangannya, Jumat (12/12).
Menurutnya, kemampuan menerima pasokan dalam volume besar akan memangkas biaya logistik yang sebelumnya lebih tinggi akibat keterbatasan kapasitas. Sebelum proyek ini selesai, Kilang Balikpapan hanya mengoperasikan SPM berkapasitas 150.000 DWT.
Namun dengan adanya peningkatan daya tampung sistem, masing-masing tangki memiliki kapasitas 1 juta barel, menjadikannya fasilitas penyimpanan minyak mentah terbesar di Asia Tenggara serta menjadi elemen penting dalam proyek RDMP Balikpapan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
