Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Ifitah Sulaiman dalam rapat Koordinasi ekspedisi patriot di Jakarta, Minggu (18/1) malam/(Dimas Choirul/Jawapos.com).
JawaPos.com – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menggandeng 10 perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia untuk mengembangkan keberlanjutan program Transmigrasi Patriot pada tahun ini.
Sepuluh kampus tersebut antara lain Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin.
Mentrans M. Iftitah Sulaiman mengatakan, kerja sama ini dilakukan dalam rangka konsolidasi untuk membahas pengembangan program Transmigrasi Patriot yang tahun ini akan diperluas menjadi dua program besar, yakni Ekspedisi Patriot dan Beasiswa Patriot.
“Hari ini, Kementerian Transmigrasi bermitra dengan 10 Perguruan Tinggi Negeri, 10 kampus terbaik di Indonesia,” ujar Iftitah dalam Rapat Koordinasi, Minggu (18/1) malam.
Ia menjelaskan, Ekspedisi Patriot akan dikembangkan dalam dua turunan program. Salah satunya adalah Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi yang berfokus pada pengabdian masyarakat secara lebih konkret. Tahun lalu, melalui program serupa, pemerintah menghasilkan sekitar 400 output riset dan pemetaan potensi ekonomi kawasan transmigrasi.
“Tahun ini melalui ‘Ekspedisi Patriot Bakti Transmigrasi’, nanti kita akan lakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk yang lebih konkret,” kata Iftitah.
Menurut dia, para mahasiswa dan akademisi dari kampus unggulan akan diterjunkan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti infrastruktur, pembibitan pertanian, pengendalian hama, pengembangan pariwisata, hingga pemetaan potensi pertambangan sesuai karakter ekonomi daerah.
Program tersebut akan menjangkau 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, bahkan berpotensi bertambah. “Hari ini kami mendapatkan usulan 60 kawasan transmigrasi dari 60 kepala daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iftitah menegaskan, konsep transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar distribusi atau penyebaran penduduk, melainkan diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Kita tahu bahwa hari ini transmigrasi bukan lagi distribusi penduduk atau penyebaran penduduk, tapi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tuturnya.
Turunan kedua dari Ekspedisi Patriot adalah Investasi Transmigrasi. Melalui program ini, pemerintah akan mendorong pengembangan potensi ekonomi kawasan transmigrasi dalam skala besar berdasarkan hasil kajian tim Ekspedisi Patriot.
Iftitah mencontohkan, kawasan Rempang dan Galang akan dikembangkan tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga perikanan dan kelautan. Sementara di Mamuju dan Kalukku serta kawasan transmigrasi di Maluku, terdapat potensi logam tanah jarang dan mineral strategis. Adapun di Merauke, pengembangan difokuskan pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
