Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 18.40 WIB

Kepala Bappenas Rachmat Pambudy Tegaskan MBG Lebih Mendesak Dibanding Memberi Lapangan Kerja

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy (Nurul F/JawaPos.com) - Image

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy (Nurul F/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak bagi pemerintah dibandingkan dengan memberi atau penciptaan lapangan kerja. Hal ini ia sampaikan saat dirinya memperoleh pertanyaan seputar urgensi Program MBG.

"Pada waktu saya ditanya mengapa MBG penting? Apakah MBG itu penting sekali? Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja?," kata Rachmat Pambudy dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Kawasan SCBD Jakarta, Kamis (29/1).

"Saya mengatakan MBG lebih mendesak, daripada lapangan kerja. Tetapi dikatakan katanya, MBG lebih penting daripada (memberi) lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting. Tetapi MBG lebih mendesak," tambahnya.

Lebih lanjut, Rachmat menyampaikan bahwa pendekatan “memberi kail, bukan ikan” tidak selalu relevan ketika masyarakat berada dalam kondisi darurat.

Menurutnya, di banyak wilayah pelosok desa masih terdapat masyarakat yang mengalami kelaparan sehingga membutuhkan intervensi langsung dari negara.

"Ada yang bilang tolong kasih kail, jangan ikan. Kalau dikasih kail, sudah keburu mati. Cobalah lihat saudara-saudara kita di ujung pelosok desa kita. Mereka lapar, mereka kelaparan," jelas Rachmat.

Bahkan, saat mendampingi Presiden meresmikan sekolah rakyat, Rachmat menemukan fakta bahwa masih banyak anak usia SMP dan SMA yang belum mampu membaca dan menulis. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa persoalan gizi dan pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi tantangan mendesak yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Ketika saya harus mendampingi Pak Presiden meresmikan sekolah rakyat anak-anak kita SMP, SMA, tidak bisa baca tulis. Dan itu banyak sekali," tukasnya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore