
Wisatawan mancanegara berlibur di pulau Dewata Bali. (Istimewa)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 10,80 persen dibandingkan dengan capaian tahun 2024.
"Capaian kunjungan Wisman pada 2025 merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir, atau sejak tahun 2020," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2).
Meski mencatatkan kinerja positif, Ateng menuturkan jumlah kunjungan Wisman pada 2025 masih sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelum pandemi Covid-19. Pada tahun 2019, kunjungan Wisman ke Indonesia tercatat mencapai 16,1 juta kunjungan.
Berdasarkan kebangsaan, Wisman asal Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan pangsa 17,3 persen dari total kunjungan. Selanjutnya diikuti oleh Singapura sebesar 14,5 persen, serta Australia dengan kontribusi 11,0 persen.
"Kemudian, Jumlah kunjungan wisman asal China adalah 1,34 juta kunjungan dengan kontribusi 8,7 persen. Serta Jumlah kunjungan wisman asal Timor Leste adalah 1 juta kunjungan dengan kontribusi 8,7 persen," tuturnya.
Menurut Ateng, jika dilihat dari pintu masuk utama, kunjungan Wisman paling banyak melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kunjungan melalui bandara tersebut terutama didominasi oleh Wisman berkebangsaan Australia.
“Peningkatan kunjungan di Bandara Ngurah Rai secara bulanan didorong oleh tingginya minat perjalanan internasional pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta libur sekolah di berbagai negara,” jelasnya.
Sementara itu, Wisman berkebangsaan Malaysia paling banyak masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dari sisi kawasan, Ateng mengungkapkan sepanjang tahun 2025 sekitar 6,4 juta kunjungan Wisman berasal dari kawasan ASEAN, atau setara 41,3 persen dari total kunjungan Wisman ke Indonesia.
“Kunjungan Wisman dari negara-negara ASEAN juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni meningkat 32,8 persen dibandingkan tahun 2024,” tukas Ateng.
