Galangan kapal yang dimiliki Apin memproduksi sekitar 200 unit kapal pesanan dari dinas, maupun swasta perorangan dengan ukuran antara 2 hingga 29 GT.
JawaPos.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku heran dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang belum mengoptimalkan alokasi anggaran pembelian kapal untuk pelaku industri kapal dan galangan kapal dalam negeri.
Hingga kini, mereka mengaku belum menerima satu pun pemesanan (order) kapal dari KKP, meski tambahan anggaran yang diajukan kementerian tersebut telah disetujui dan dicairkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Sudah terima order dari KKP?," tanya Purbaya kepada para pelaku industri kapal dalam negeri saat menghadiri acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia di Jakarta, seperti dikutip dari potongan video yang beredar di media sosial, Selasa (10/2).
"Belum," jawab para pelaku usaha serentak.
Bendahara Negara itu menilai keputusan KKP yang tak masuk akal, karena lebih memilih membeli kapal dari luar negeri ketimbang memanfaatkan produk industri galangan kapal lokal.
Padahal, melalui APBN yang dikucurkan, pemerintah sedang berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai sektor, termasuk melalui belanja pemerintah kepada industri dalam negeri.
"Kan ada yang nggak masuk akal. Uangnya gua keluarin, ordernya nggak ada. Ini apa-apaan. Ini mungkin Kadin kurang aktif apa gimana nih. Atau Menteri Perindustrian gimana," tutur Purbaya.
"Kenapa KKP belum order? belum ada order ke sana? Kan kita mendorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya udah saya anggarin loh, rugi saya pak. Hutang-hutang, dialokasi nggak dipakai. Terus kalau depan Presiden selalu bilang ada," tuturnya dalam video pendek yang beredar di media sosial.
Lebih lanjut, Menkeu juga mengungkapkan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya manusia yang mumpuni di sektor galangan kapal, namun industri tersebut tidak berkembang optimal akibat minimnya kesempatan dan kebijakan yang tidak berpihak pada produksi dalam negeri.
“Saya baru tahu orang kita jago, cuma nggak dikasih kesempatan sama kita sendiri,” ungkap Menkeu.
Menurut Menkeu, salah satu penyebab utama melemahnya industri galangan kapal nasional adalah kebijakan yang masih membuka ruang luas bagi impor kapal bekas dari luar negeri, sehingga menggerus permintaan terhadap kapal buatan dalam negeri.
“Jadi orang kita yang mampu-mampu itu nggak dapat order karena kebijakan kita sendiri. Walaupun kita negara empat laut, negara maritim, kapalnya beli dari luar. Orang-orang kita yang ahli nggak dikasih kesempatan,” jelas Menkeu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
