Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 01.13 WIB

BBM RON 95 di SPBU Swasta juga Mulai Menipis, Dirjen Migas: RON 92 Dulu Kita Beresin!

Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (3/10). (ANTARA) - Image

Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (3/10). (ANTARA)

JawaPos.com – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan baru akan mengupayakan ketersediaan stok BBM Research Octane Number (RON) atau tingkat oktan 95 untuk SPBU swasta setelah persoalan kekosongan stok RON 92 telah selesai. Hal ini sebagaimana disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman usai menghadiri Rapat Pembahasan Kuota Impor SPBU Swasta di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Selasa (7/10). 

"Kan, yang RON 92 dulu kita beresin. Yang paling banyak yang beli motor dan lain-lain kan itu dulu," ujar Laode Sulaeman. 

Menurutnya, secara teknis penyediaan BBM dengan kadar oktan lebih tinggi bukanlah hal yang sulit. Pihaknya memastikan BBM RON 95 dapat disiapkan melalui kilang-kilang yang ada di Tanah Air.

"Sebenarnya RON itu dari kilang bisa disiapkan. Bukan hal yang sulit," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Laode menyebut hingga saat ini PT Pertamina (Persero) telah melakukan lelang pasokan BBM kepada tiga badan usaha pengelola SPBU swasta. Dia menjanjikan, setelah distribusi dan ketersediaan RON 92 di SPBU swasta stabil, pemerintah baru akan menindaklanjuti penyediaan RON 95

"Kalau yang dilelangkan oleh Pertamina ke tiga badan usaha (SPBU swasta) itu sudah jalan. Kita tinggal cari misalnya tadi ada isu (RON) 95 yang kurang. Nah itu kita carikan," pungkas Laode. 

Sebelumnya, Komisi XII DPR RI mengungkapkan bahwa Pertamina tak menyediakan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan jenis oktan RON 95 di tengah kelangkaan yang dialami oleh seluruh SPBU swasta di Tanah Air. Anggota Komisi XII DPR Yulian Gunhar menyampaikan hal tersebut menjadi anomali dari kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di saat seluruh SPBU swasta diwajibkan membeli bahan bakar dasar dari Pertamina untuk stok hingga akhir tahun ini. 

"Swasta diwajibkan beli base fuel ke Pertamina, padahal SPBU swasta menjual 3 jenis bensin (Ron 92, 95 dan 98). Sedangkan Pertamina sendiri hanya bisa menyediakan Ron 92 dan 98," ujar Gunhar dalam keterangannya belum lama ini. 

Atas kebijakan itu, kata dia, maka tidak heran jika hingga saat ini SPBU swasta kebingungan mencari pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan RON 95. "Saat ini BBM jenis Ron 95, Pertamina hanya tersedia di 119 SPBU, untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur," ungkapnya. 

Di sisi lain, pemerintah mengklaim telah menambah kuota impor BBM pada SPBU swasta untuk 2025. Bahkan, kuota yang diajukan oleh SPBU swasta dinilai telah melampaui kebijakan yang diatur pemerintah mencapai 110 persen. 

Namun hingga saat ini, SPBU swasta di tanah air dari Shell hingga Bp - AKR mengalami kekosongan stok mulai dari jenis BBM berkadar oktan 92 hingga 95. Tetapi Pertamina yang masih memiliki kuota impor BBM hanya menyediakan RON 92 dan 98 saja.

Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore