Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 05.05 WIB

Kemenhub Sebut Penggunaan RTC untuk Distribusi Energi Tingkatkan Keselamatan Berkendara, Bisa Pantau Perilaku Sopir

Ilustrasi truk yang dilengkapi sistem RTC sedang mengirim BBM di SPBU Pertamina. (Istimewa) - Image

Ilustrasi truk yang dilengkapi sistem RTC sedang mengirim BBM di SPBU Pertamina. (Istimewa)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyambut positif inovasi berbasis teknologi di sektor transportasi energi. Sebab, cara ini bisa mendorong transformasi keselamatan transportasi.

“Kami mengapresiasi sistem RTC yang dikembangkan Patra Logistik. Pendekatan digital seperti ini mendukung upaya pemerintah dalam mendorong transformasi keselamatan transportasi darat dan peningkatan efisiensi logistik nasional,” ujar Kasubdit Angkutan Barang Kemenhub, Handa Lesmana, Rabu (22/10).

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menilai, sistem Road Traffic Control RTC memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan berkendara. Sebab, bisa mengontrol perjalanan dan perilaku sopir.

“Data yang dikumpulkan RTC dapat digunakan untuk menganalisis pola perjalanan, perilaku pengemudi, hingga pengambilan keputusan berbasis risiko. Ini bukan hanya soal pencegahan insiden, tetapi tentang membangun tata kelola keselamatan yang berkelanjutan,” kata Soerjanto.

RTC diketahui digunakan oleh PT Patra Logistik sebagai pusat kendali terintegrasi yang memantau ribuan perjalanan truk tangki secara real time. Sistem ini membantu distribusi energi ke seluruh pelosok Jawa Tengah dan Yogyakarta berjalan lancar.

Saat ini, Patra Logistik menyalurkan lebih dari 20 ribu kiloliter BBM setiap hari dari tujuh Fuel Terminal dan Integrated Terminal di bawah koordinasi PT Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah. Total jarak tempuh armada mencapai lebih dari 90 ribu kilometer per hari, menghubungkan berbagai titik suplai dan distribusi energi.

Sekitar 1.800 Awak Mobil Tangki (AMT) dan lebih dari 500 unit mobil tangki dioperasikan dengan total daya angkut mencapai 11 ribu kiloliter. Melalui sistem RTC, seluruh pergerakan armada dipantau secara menyeluruh, mulai dari posisi truk, estimasi waktu tempuh, kondisi lalu lintas, hingga aspek keselamatan pengemudi. Teknologi ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat apabila terjadi kepadatan jalan, cuaca ekstrem, atau gangguan operasional lainnya.

“RTC bukan sekadar alat pemantau, tetapi bagian dari sistem pengelolaan risiko dan keselamatan yang terintegrasi. Kami memastikan setiap energi dikirim dengan selamat, tepat waktu, dan sesuai standar HSSE,” ujar Direktur Utama PT Patra Logistik Tri Yudha Nurmansyah.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore