Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Oktober 2025, 05.16 WIB

Sering Terjadi Kebakaran, KPI Didorong Perkuat Budaya Keselamatan di Kilang Migas

Kilang RU IV Cilacap PT Kilang Pertamina Internasional Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), Jawa Tengah, 18 Oktober 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com) - Image

Kilang RU IV Cilacap PT Kilang Pertamina Internasional Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), Jawa Tengah, 18 Oktober 2025. (Estu Suryowati/JawaPos.com)

JawaPos.com - Di tengah sorotan publik terhadap serangkaian insiden kebakaran di sejumlah kilang minyak Pertamina dalam beberapa tahun terakhir, komitmen terhadap keselamatan kerja kembali menjadi isu krusial di industri migas nasional. 

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), anak usaha PT Pertamina (Persero), menyatakan bahwa keselamatan operasional menjadi prioritas utama setelah dua unit kilangnya, Plaju dan Balongan, berhasil meraih Subroto Award 2025 di bidang Keselamatan Migas dan Optimalisasi Gas Suar dari Kementerian ESDM.

Meski penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi, award semacam ini seharusnya juga menjadi momentum refleksi terhadap risiko tinggi di balik operasi kilang minyak yang kerap memicu kebakaran besar. 

Catatan publik masih segar tentang kebakaran yang sempat melanda Kilang Balongan di Indramayu dan Kilang Cilacap, yang memunculkan pertanyaan serius tentang sistem keselamatan dan integritas aset di tubuh Pertamina Group.

Pjs. Corporate Secretary KPI, Edward Manaor Siahaan, mengatakan pihaknya terus memperkuat budaya keselamatan di seluruh unit operasi, karena sektor migas merupakan bisnis berisiko tinggi yang berperan strategis dalam ketahanan energi nasional.

“Keselamatan dalam operasional kilang bukan hanya kewajiban regulatif, tapi budaya kerja yang kami tanamkan di setiap lini. Penghargaan ini menunjukkan KPI terus berkomitmen menjaga keberlangsungan energi nasional dengan menjadikan keselamatan sebagai fondasi utama,” ujar Edward melalui keterangannya.

Sebagai langkah konkret, KPI menerapkan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan pendekatan menyeluruh, mencakup aspek psikologis, sosial, hingga teknis dalam aktivitas kerja. “HSSE bukan sekadar slogan, tapi bagian dari identitas setiap pekerja dan mitra kami,” tegas Edward.

KPI juga memperkenalkan Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS), sistem manajemen keselamatan terintegrasi yang memantau kondisi aset secara real-time untuk mencegah gangguan operasional maupun potensi ledakan dan kebakaran. 

Selain itu, Safety Leadership Program 4.0 diluncurkan untuk memperkuat kepemimpinan keselamatan di setiap level organisasi dengan dukungan teknologi digital seperti predictive analytics dan pelatihan berbasis simulasi.

Tak berhenti di internal perusahaan, KPI juga memperluas edukasi keselamatan ke masyarakat sekitar kilang melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pelatihan tanggap darurat dan kampanye keselamatan lingkungan.

Dalam konteks transisi energi global dan ketatnya tuntutan ESG (Environment, Social, Governance), KPI dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa keselamatan dan keberlanjutan tidak bisa dinegosiasikan. 

Sebab, keandalan kilang bukan hanya soal produksi, melainkan juga soal melindungi nyawa pekerja dan warga sekitar.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore