Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Oktober 2025, 05.00 WIB

Jelantah dan Aksi Hijau untuk Energi Masa Depan

Didit Hartono, 45, menukarkan minyak jelantah di UCOllect Box Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/10). (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Didit Hartono, 45, menukarkan minyak jelantah di UCOllect Box Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/10). (Dimas Choirul/Jawapos.com)


"Dulu kan limbahnya dibuang, kalau sekarang dimanfaatin".

Kalimat itu terlontar pelan dari bibir seorang pria sambil menenteng jeriken berisi minyak jelantah. Seolah menjadi simbol kesadaran baru, minyak jelantah yang dulu dibuang begitu saja, kini menemukan tempat barunya. Bukan lagi mencemari tanah dan air, melainkan disulap menjadi bahan bakar ramah lingkungan yang menggerakkan roda energi masa depan.

---
Gerimis tipis membasahi pelataran Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Selasa (28/10) pagi itu. Langit mendung menggantung, suasana di sudut halaman rumah sakit terasa hidup.

Di bawah tenda kecil berwarna hijau, terdapat mesin menyerupai lemari logam dengan layar digital bernama UCOllect Box— sebuah tempat penampungan minyak jelantah hasil kerja sama PT Pertamina Patra Niaga dan PT Noovoleum. Di sinilah warga kerap berdatangan membawa sisa minyak goreng bekas pakai tersebut untuk ditukar menjadi pundi-pundi rupiah.

Tepat di depan mesin itu, seorang pria berkaus putih berdiri membawa sebuah jeriken di tangan kanannya. Pria itu adalah Didit Hartono, 45, warga sekitar RSPP, yang biasa menukar minyak jelantah di lokasi penukaran tersebut. "Saya sudah sering ke sini," akunya kepada Jawapos.com.

Pada layar sentuh mesin, tulisan “Deposit Minyak Jelantah” menyala, tanda proses penimbangan minyak jelantah dimulai. Dengan tatapan penuh fokus, Didit lalu menuang cairan kuning kecokelatan itu dari dalam jerikennya itu ke dalam lubang kecil di mesin.

Setelah minyak dituangkan, sensor menghitung jumlah dan mengonversinya langsung ke saldo digital yang masuk melalui aplikasi di ponsel. "Alhamdulillah hari ini dapat Rp 30.000 (hasil konversi 5 Liter dikali Rp 6.000)," ucapnya saat menerima pariwara dari aplikasi UCOllect.

Didit Hartono, 45, bersiap menuangkan minyak jelantah di lubang mesin UCOllect Box Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/10). (Dimas Choirul/Jawapos.com)

Didit bercerita, sebelum mengenal program ini, ia seringkali hanya menunggu pengepul datang mengambil minyak bekas. Kadang butuh waktu lama, kadang malah tidak datang sama sekali. Kini, semua lebih mudah. Ia juga tahu betul ke mana minyak bekas itu akan berakhir.

"Setahu saya sih dimanfaatin untuk bahan bakar pesawat," katanya,

Lebih dari sekadar uang, baginya kebiasaan ini sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada lingkungan. Didit juga memahami bahaya minyak jelantah bila digunakan berulang kali untuk menggoreng.

"Sebetulnya kita tuh lebih takut kalau limbah ini dipakai untuk kepentingan makanan lagi ya. Karena itu lebih berbahaya, dampaknya tuh buat kesehatan juga enggak bagus gitu, tegasnya.

Didit menilai sosialisasi program dari Pertamina Patra Niaga sudah cukup baik. Ia sering melihat warga di sekitar rumahnya mulai ikut mengumpulkan minyak bekas, meski masih ada kendala jarak. “Kalau bisa mesinnya diperbanyak, Enggak semua SPBU ada. Kalau tiap SPBU ada, lebih gampang buat warga lainnya," ujarnya.

Sementara itu, staf HSE (Health, Safety, and Environment) RSPP, Egen Rohidup menjelaskan bahwa mesin UCOllect Box ini mulai hadir di RSPP circa akhir 2024. Program ini dinilai menjadi bagian dari upaya menciptakan ekonomi sirkular — di mana limbah yang tadinya terbuang kini diolah menjadi sumber energi terbarukan.

Bagi warga yang hendak menukar minyak jelantah, prosesnya pun sangat sederhana. Egen menjelaskan, warga cukup mengunduh aplikasi UCOllect, membuat akun, lalu memindai kode Quick Response (QR) pada layar mesin.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore