Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 13.00 WIB

Berkat Perahu Listrik, Desa Nelayan di Bali Mampu Tekan Emisi Karbon 70 Persen Lebih

Di bawah payung DEB, PIS berinovasi melalui KeNaLi (Keluarga Nelayan Lestari), program holistik yang mengusung semangat kolaborasi untuk menciptakan masyarakat pesisir mandiri energi. (dok. PIS) - Image

Di bawah payung DEB, PIS berinovasi melalui KeNaLi (Keluarga Nelayan Lestari), program holistik yang mengusung semangat kolaborasi untuk menciptakan masyarakat pesisir mandiri energi. (dok. PIS)

JawaPos.com - PT Pertamina International Shipping (PIS), memberikan bantuan lima unit mesin perahu nelayan bertenaga listrik yang dayanya diisi menggunakan panel surya di pesisir pantai Desa Kelan, Bali. Itu sebabnya, meski perahu-perahu nelayan sibuk hilir mudik pagi itu, tidak ada suara mesin yang bising dan asap yang menganggu. 

Suasana ini berubah sejak dua bulan terakhir, seiring dengan bantuan mesin perahu dari PIS yang diterima sebagai bagian dari kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan memilih desa tersebut menjadi Desa Energi Berdikari (DEB) yang diberikan kepada nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari. 

Di bawah payung DEB, PIS berinovasi melalui KeNaLi (Keluarga Nelayan Lestari), program holistik yang mengusung semangat kolaborasi untuk menciptakan masyarakat pesisir mandiri energi dan berdaya secara ekonomi. Manager CSR PIS Alih Istik Wahyuni menyampaikan teknologi ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon hingga lebih dari 70% dalam dua bulan terakhir, tetapi juga membantu nelayan menghemat biaya operasional bahan bakar. 

"Dalam tahap awal, PIS memberikan lima unit mesin listrik dan sepuluh baterai untuk kapal nelayan serta dukungan panel surya untuk rumah tangga nelayan dan fasilitas publik desa. Hanya dalam dua bulan pemakaian, implementasi ini berhasil menurunkan emisi karbon hingga 62 kilogram CO₂ dan meningkatkan efisiensi energi sebesar 78% dibandingkan mesin berbahan bakar minyak," kata Alih Istik Wahyuni dalam keterangannya, Rabu (5/11). 

Selain fokus pada energi bersih, PIS juga menghadirkan pendidikan konservasi dan pemberdayaan ekonomi keluarga pesisir melalui pendekatan Door-to-Door Education (DTDE). Edukasi ini mengintegrasikan kegiatan konservasi lingkungan seperti pengelolaan sampah rumah tangga, pelestarian mangrove, dan penggunaan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. 

Program ini telah melatih 161 keluarga di Desa Kelan untuk memilah dan mengelola sampah organik dan anorganik, menghasilkan pengurangan timbulan sampah hingga 183 kilogram per minggu, serta menciptakan eco trip mangrove yang menjadi potensi wisata edukatif baru bagi desa. 

Alih menjelaskan bahwa program DEB merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan sebagai subholding Pertamina yang beroperasi di sektor logistik kelautan. “Sebagai subholding Pertamina yang wilayah kerjanya di laut, PIS memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi pada pelestarian ekosistem maritim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” beber Alih. 

Program yang berkolaborasi dengan Divers Clean Action (DCA) sejak 2024 ini, juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kontribusi terhadap agenda transisi energi nasional dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Apresiasi terhadap program DEB KeNaLi disampaikan oleh Made Yudha Wibawa, Analis Rehabilitasi dan Konservasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Tahura, yang merupakan pengelola kawasan hutan mangrove di wilayah Benoa. “Harapannya, kelompok nelayan dapat mandiri secara energi dan mampu mengelola kawasan dengan sumber energi bersih, bahkan setelah program berakhir,” ujarnya. 

Dukungan juga datang dari pemerintah desa setempat, I Wayan Sukarena, Jro Bendesa Kelan, menilai program ini sebagai langkah strategis dalam mengembangkan potensi desa, terutama dalam bidang energi bersih dan pariwisata ramah lingkungan. 

“Program ini membuka peluang besar bagi kami untuk mengembangkan wisata energi bersih sekaligus menjaga kelestarian mangrove yang menjadi penyangga kehidupan masa depan,” ungkapnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore