
Di RU IV Cilacap, proses pengujian kualitas BBM dilakukan dengan menggunakan Cooperative Fuel Research (CFR) Analyzer. (dok. KPI)
JawaPos.com – Motor brebet usai diisi Pertalite menjadi fenomena yang jamak ditemui, khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya, beberapa waktu terakhir. Dugaan oplosan dengan zat cair lainnya, hingga kandungan oktan yang tidak sesuai klaim mengemuka. Bahkan beredar narasi di media sosial yang memperlihatkan hasil dari alat pengujian portabel menunjukkan kadar oktan pada Pertalite sangat minim.
Mari kita berpikir kritis. Benarkah sesimpel itu untuk mengetahui kandungan oktan pada bahan bakar minyak (BBM) yang dijual ke konsumen? Seperti apa sebetulnya proses kontrol kualitas produk BBM pada kilang-kilang PT Petamina (Persero) sebelum didistribusikan ke depo, SPBU, hingga sampai ke tangki kendaraaan masyarakat?
Sebagai Subholding Refining & Petrochemical PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) saat ini memiliki enam kilang atau Refinery Unit (RU), terdiri dari RU II Dumai Riau, RU III Plaju Sumatera Selatan, RU IV Cilacap Jawa Tengah, RU V Balikpapan Kalimantan Timur, RU VI Balongan Jawa Barat, serta RU VII Kasim Papua Barat Daya.
Proses uji kualitas BBM sebelum didistribusikan ke pasar, dilakukan di seluruh kilang. Salah satunya, RU IV Cilacap Jawa Tengah, sebagai kilang KPI dengan produk BBM terlengkap diantara lima kilang lainnya.
General Manager RU IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo, saat media visit yang diikuti JawaPos.com beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa RU IV Cilacap menjadi satu-satunya kilang Pertamina yang memproduksi semua jenis produk BBM. Mulai dari Perta Series, solar, avtur, dan yang terbaru yakni Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat terbang berbahan minyak jelantah (UCO).
General Manager RU IV Cilacap Wahyu Sulistyo Wibowo, saat media visit yang diikuti JawaPos.com beberapa waktu lalu. (Estu Suryowati/JawaPos.com)
Di RU IV Cilacap, proses pengujian kualitas BBM dilakukan dengan menggunakan Cooperative Fuel Research (CFR) Analyzer. Harga satu alat pengujian untuk menentukan angka Octane (gasoline) dan Cetana (gasoil) ini cukup fantastis, mencapai Rp 2 miliar. Berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan alat pengujian portabel yang banyak dipertontonkan di media sosial.
Terdapat empat CFR Analyzer di RU IV Cilacap (termasuk cadangan) yang bekerja untuk memastikan setiap mililiter produk BBM yang keluar dari tangki pengolahan, sudah sesuai dengan spesifikasi LEMIGAS. Secara teknisnya, Wahyu menjelaskan, mesin ini bekerja dengan menyimulasikan kondisi di dalam mesin kendaraan. Termasuk tekanan, suhu, dan rasio kompresi.
"Semuanya dikontrol secara ketat, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memastikan kualitas bahan bakar sesuai standar," terang Wahyu.
Untuk produk Pertalite yang memiliki nilai standar ketahanan terhadap detonasi atau Research Octane Number (RON) 90 misalnya, laboran di RU IV Cilacap akan menerima sampel yang diambil dari bagian top, middle, dan bottom tangki pengolahan. Wahyu mengakui, mendapatkan angka tepat 90 dalam sekali pengujian memang langka.
RU IV Cilacap Jawa Tengah menjadi kilang KPI yang memproduksi produk BBM paling lengkap diantara 5 kilang lainnya. (dok. KPI)
Hasil pengujian biasanya menunjukkan angka 90,01, atau 90,02, dan seterusnya. Bilamana kadar RON yang diperoleh kurang dari 90, maka laboran akan melaporkan ke bagian tangki pengolahan untuk mem-blending kembali sehingga dihasilkan angka minimal 90. Proses ini dilakukan terus-menerus sampai dihasilkan kadar sesuai spesifikasi, atau lebih, sebelum produk BBM dilepas ke pasar.
"Jadi, tidak boleh kurang. Kalau lebih (dari 90) boleh. Jadi, kami tidak pernah menjual BBM ke masyarakat dengan spesifikasi lebih rendah dari yang ditentukan. Justru kami malah give away, karena ngasih di atas 90," jelas Wahyu.
Selain pengujian di laboratorium internal, BBM yang diproduksi oleh KPI juga diuji dilaboratorium eksternal, sebagai bentuk pengendalian mutu yang berkelanjutan. Salah satunya, pengujian dilakukan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) LEMIGAS yang merupakan laboratorium independen, pada periode Agustus-September lalu.
Wahyu mengatakan, hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk BBM olahan KPI memenuhi spesifikasi yang telah disyaratkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Adapun produk yang diuji di LEMIGAS diantaranya BBM jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertadex, Biosolar dan Avtur.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
