
Ilustrasi nuklir
JawaPos.com - Industri nuklir tidak melulu harus lekat dengan laki-laki. Perempuan pun diyakini bisa ikut menjadi pelopor dalam industri tersebut di kemudian hari. Hal tersebut disampaikan oleh Alexandra Ryabykh, Co Founder of the Foundation for The Support and Development of Women’s Initiatives.
Alexandra menyampaikan hal tersebut dalam forum diskusi Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) bersama Association of Women in the Nuclear Industry (WIN) Russia di auditorium Gedung 720 Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Puspitek, Serpong, 4-6 November lalu.
Acara ini dihadiri oleh para pembicara ahli yang mayoritas perempuan yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Rusia, Filipina, Turki, Belarusia, Kirjistan, dan juga Afrika yang dilakukan secara offline dan juga online.
"Perempuan tidak hanya menjadi pengikut, tapi juga berani menjadi pelopor dalam industri nuklir. Saat ini banyak sumber dan platform yang dapat digunakan untuk pembelajaran teknologi tinggi, termasuk tentang nuklir,“ katanya.
Sementara itu, Geni Rina Sunaryo selaku Head of HIMNI Women’s Capacity Development Department menyatakan, berbeda dengan Rusia, saat ini Indonesia belum memiliki industri nuklir. Oleh karena itu menurutnya perlu dilakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
"Untuk masalah nuklir, kami harus kerjasama dengan internasional dalam berbagai hal. Keterlibatan pemangku kepentingan sangat penting untuk mengembangkan nuklir di Indonesia," jelasnya.
Geni menjelaskan bahwa pesan kunci diskusi ini adalah membangun masa depan energi bersih dan berkelanjutan Indonesia melalui inovasi, pendidikan, dan kolaborasi.
"Ada tiga hal yang menjadi visi nasional, yaitu mencapai zero emission pada tahun 2060, membangun pembangkit tenaga nuklir 500 MW pertama pada tahun 2032, dan kesiapan sumber daya manusia yang sama pentingnya dengan teknologi itu sendiri," ujarnya.
Ia menambahkan, forum ini juga dilaksanakan untuk memperluas jaringan kerja sama, pertukaran keahlian, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi nuklir dan industri berteknologi tinggi yang tentunya akan memberikan manfaat besar untuk kepentingan masyarakat luas.
"Selama ini sudah banyak dilakukan upaya untuk memberikan edukasi kepada para perempuan di Indonesia yang berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya peneliti, pengajar, tapi juga termasuk mahasiswa dan ibu rumah tangga," tutupnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
