Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 November 2025, 21.09 WIB

Kilang Pertamina Balikpapan Perkuat Sistem Keselamatan Jelang Operasi Awal RFCC Complex

PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) meningkatkan lapisan keselamatan operasional seiring dimulainya tahap awal pengoperasian unit di Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. (Istimewa) - Image

PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) meningkatkan lapisan keselamatan operasional seiring dimulainya tahap awal pengoperasian unit di Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex. (Istimewa)

JawaPos.com - PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) meningkatkan lapisan keselamatan operasional seiring dimulainya tahap awal pengoperasian unit di Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex.

Penguatan ini diwujudkan melalui penerapan sistem proteksi kebakaran terintegrasi (Fire System) berteknologi mutakhir yang kini diimplementasikan di seluruh area Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.

Penerapan sistem ini menjadi elemen krusial dalam memastikan operasional kilang berlangsung aman, terutama ketika fasilitas mulai memasuki fase dengan tingkat risiko tinggi.

Kini, sebanyak 3.954 titik proteksi dilengkapi perangkat deteksi gas, alarm kebakaran, serta pemadaman otomatis yang bekerja dalam satu jaringan terpadu untuk memantau kondisi kilang secara real-time.

“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap tahapan proyek RDMP Balikpapan, termasuk saat memulai pengoperasian awal unit RFCC. Kami memastikan setiap potensi bahaya dapat terdeteksi dan ditangani dengan cepat, tepat, dan terukur,” ujar Asep Sulaeman, Vice President Legal & Relation PT KPB dalam keterangannya.

Salah satu teknologi yang menjadi tulang punggung sistem keselamatan ini adalah Fire Gas Detection System (FGDS). Perangkat ini mampu mengidentifikasi potensi kebakaran meski berada di lingkungan dengan kondisi ekstrem.

Sistem tersebut memadukan Flame Detector, yang bekerja menggunakan sensor inframerah (IR) dan ultraviolet (UV), dengan Fixed Gas Detector yang mendeteksi keberadaan gas-gas mudah terbakar seperti hidrokarbon, hidrogen, amonia, hingga karbon monoksida.

Untuk mendukung pemadaman aktif, KPB juga mengoperasikan Fire Suppression System menggunakan gas FM-200, teknologi yang efektif memadamkan api tanpa meninggalkan residu serta aman bagi peralatan elektronik.

Sistem ramah lingkungan ini dipasang khusus pada area-area vital yang membutuhkan perlindungan maksimal.

Seluruh perangkat deteksi dan proteksi tersebut dipantau secara terpusat melalui Main Control Room (MCR). Di ruang kendali ini, operator dapat melihat status sistem, alarm yang aktif, hingga visual CCTV secara langsung dan terintegrasi.

“Untuk mendukung penanganan pemadaman di area terbuka, peralatan juga dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hydrant, selang air, Fire Truck, dan sistem penyemprotan busa,” tambah Asep.

Tak hanya itu, perlindungan pasif juga diterapkan dengan melapisi struktur baja menggunakan material tahan panas. Langkah ini membantu memperlambat penyebaran api dan memberi tambahan waktu bagi pekerja untuk melakukan evakuasi secara aman.

“Sistem ini kami rancang berlapis, agar setiap potensi bahaya dapat direspons dari berbagai sisi, mulai dari deteksi dini, peringatan cepat, hingga pemadaman otomatis,” jelas Asep.

Dalam rangka memastikan seluruh perangkat bekerja optimal, KPB mengadakan latihan tanggap darurat di area RFCC Complex. Simulasi dilakukan pada skenario potensi insiden kompresor gas bertekanan tinggi yang mengandung hidrokarbon mudah terbakar.

Latihan tersebut mencakup penanganan kebakaran dan evakuasi korban, serta melibatkan tim operasi dan HSSE untuk menguji kesiapan sistem dan respons personel.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore