JawaPos.com - Di bawah terik matahari Rokan yang menyengat, deretan pekerja berseragam biru-merah berdiri berjejer sambil tersenyum lega. Beberapa di antara mereka menepuk bahu rekan di sebelahnya, seolah merayakan sebuah babak panjang yang akhirnya menemukan titik akhir. Pita merah yang baru saja dipotong perlahan tertiup angin, menandai momen bersejarah lain bagi dunia migas di Wilayah Kerja Rokan.
Di belakang mereka, sebuah backdrop bertuliskan Peresmian Mobile Substation Unit 003 berdiri tegak. Tak banyak yang tahu, bahwa di balik seremoni singkat seperti ini tersembunyi perjalanan bertahun-tahun—kejar target, rapat teknis tak berkesudahan, dan kerja lapangan yang tak kenal waktu.
Bagi Pertamina Hulu Rokan (PHR), kehadiran MSU berkapasitas 20 MVA (MegaVolt Ampere) ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan investasi krusial untuk meminimalisasi Loss Production Opportunity (LPO). Gardu induk bergerak ini dirancang sebagai 'power bank' sementara yang vital, bertugas memastikan pasokan listrik tetap stabil saat Gardu Induk (Substation) utama harus menjalani upgrade atau pemeliharaan (maintenance) terencana.
"MSU-003 adalah salah satu kunci pengaman operasional kelistrikan PHR. Dengan kehadiran unit ini, kemampuan perawatan gardu listrik kami akan meningkat. Ini adalah langkah nyata PHR dalam memastikan keandalan sistem kelistrikan, sehingga kami bisa fokus penuh pada pencapaian target produksi migas nasional," ujar General Manager Zona Rokan, Andre Wijanarko.
Proyek ini merupakan buah kolaborasi strategis yang solid antara PHR dengan mitra pelaksana, PT Ericindo Mekanika. Proses panjang ini telah dimulai sejak perolehan Final Investment Decision (FID) pada Februari 2022, melalui skema pengadaan barang dan jasa (Procurement Request to Procurement Order).
Setelah melalui tahapan yang sangat ketat, mulai dari detail perancangan gambar, pengadaan peralatan termasuk power transformer dan switchgear, fabrikasi, factory acceptance test, delivery hingga site acceptance test di lapangan. Kini, unit high-tech ini siap dioperasikan.
"Kita bersyukur proyek MSU 003 ini selesai, sebagai upaya kelistrikan di Rokan tetap andal sebagai penunjang energi yang sedang kita usahakan bersama. Saat ini, PHR Zona Rokan masih menjadi salah satu produksi yang terbesar di Indonesia, bagi Pertamina, PHR adalah backbone-nya. Dengan keahlian, keilmuan serta tekad kita untuk bangsa dan negara, mari kita terus berikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa," ujarnya.
MSU-003 memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi. Pada tahap awal, perangkat ini akan ditempatkan untuk mendukung operasi penting di Gardu Hubung Bangko. Sebagai unit bergerak, MSU-003 dapat dengan mudah dipindahkan ke titik jaringan transmisi atau distribusi lain yang membutuhkan catu daya sementara, sesuai kebutuhan mendesak sistem kelistrikan di Wilayah Kerja Rokan.
Keberhasilan Proyek MSU-003 ini menunjukkan komitmen teguh PT Pertamina Hulu Rokan sebagai operator utama Wilayah Kerja Rokan untuk terus berinovasi dan berinvestasi dalam infrastruktur demi menjaga ketahanan energi nasional dan memaksimalkan lifting migas nasional.
"Kami ucapkan terima kasih sekali lagi kepada tim yang telah bekerja keras dan berdedikasi tinggi, serta kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungannya sehingga proyek ini dapat selesai tepat waktu dan sesuai anggaran. Semoga MSU-003 dapat menjalankan fungsinya dengan baik, menjadi pilar keandalan listrik kita, dan terus mendorong Zona Rokan untuk mencetak prestasi gemilang demi energi nasional," tutur Andre.