Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 05.59 WIB

Dukung Ekosistem EV Nasional, Kemendag Gandeng Korsel Pastikan Ketepatan Pengukuran Energi Listrik di SPKLU

Petugas mencoba SPKLU usai peluncuran di area Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (5/9/2025).  (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Petugas mencoba SPKLU usai peluncuran di area Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (5/9/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memperkuat infrastruktur pengujian serta pengawasan terhadap Sistem Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Upaya ini dilakukan melalui lokakarya bertajuk 'Sistem Manajemen Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE)' yang digelar bersama Korean Agency for Technology and Standards (KATS) dan Korea Testing Certification Institute (KTC) di Jakarta, Kamis (4/12).

Direktur Metrologi, Sri Astuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan International Standard Cooperation Program (ISCP) 2025 antara Indonesia dan Korea Selatan untuk memperkuat Sistem Manajemen Metrologi Legal pada alat ukur pengisian daya kendaraan listrik. 

"Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian kerja sama International Standard Cooperation Program (ISCP) 2025 antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan dalam rangka memperkuat Sistem Manajemen Metrologi Legal untuk alat ukur pengisi daya kendaraan listrik," ujarnya.

Sri menegaskan komitmen Kemendag untuk memastikan seluruh SPKLU melakukan pengukuran energi listrik secara benar demi transaksi yang adil, transparan, dan akuntabel bagi konsumen dan penyedia layanan.

Ia menguraikan bahwa pertumbuhan adopsi kendaraan listrik di Indonesia meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan visi transisi energi bersih dan target mencapai net zero emission. Setelah terbitnya Perpres Nomor 55 Tahun 2019, jumlah kendaraan listrik dan SPKLU melonjak signifikan. Hingga 2024, lebih dari 4.000 titik pengisian daya telah tersedia di berbagai daerah.

Sejalan dengan tren dunia dalam pengurangan emisi karbon, keberadaan sistem metrologi legal yang kuat menjadi semakin krusial. Ketepatan pengukuran energi pada SPKLU harus memenuhi standar teknis untuk menjamin perlindungan konsumen, menjaga keandalan infrastruktur pengisian, sekaligus meningkatkan kepercayaan industri. 

Penguatan standar teknis, evaluasi tipe, laboratorium pengujian, serta kompetensi SDM pun menjadi faktor penting dalam peningkatan kualitas layanan EVSE nasional.

Sepanjang 2025, program ISCP membuahkan sejumlah capaian, termasuk kunjungan teknis KTC ke Direktorat Metrologi pada Agustus 2025 serta pelaksanaan lokakarya ini. Kemitraan tersebut diharapkan mendorong Indonesia membangun ekosistem pengujian EVSE yang berstandar tinggi, aman, dan akurat.

Sri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan melalui KATS dan KTC atas dukungannya. Kerja sama ini dinilai berperan besar dalam mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, terutama melalui peningkatan kapasitas SDM dan kesiapan fasilitas laboratorium. Kolaborasi yang berjalan sejak 2021 itu diproyeksikan terus berkembang dengan manfaat yang luas bagi industri, pelaku usaha, dan masyarakat.

Dalam kegiatan ini, pihak Indonesia juga memaparkan rencana penguatan pengawasan EVSE, perkembangan penyusunan regulasi teknis, serta rencana pembangunan laboratorium pengujian melalui Balai Pengujian UTTP.

Dari pihak Korea Selatan, perwakilan KTC Sanghyub Choi turut menjelaskan kemajuan kerja sama metrologi legal EVSE antara kedua negara, termasuk dukungan terhadap pembangunan laboratorium uji EVSE di Indonesia, standar keselamatan dan sertifikasi di Korea, serta penerapan lifecycle management system untuk peralatan pengisian daya. 

"Selain itu, kami juga mengadakan program pelatihan di Korea Selatan yang mengundang 10 Pengawas Metrologi Legal dari Indonesia untuk memperdalam manajemen pengisi daya kendaraan listrik. Di antaranya terkait pengoperasian sistem persetujuan dan verifikasi tipe EVSE Korea, serta jenis peralatan pengujian pengisi daya kendaraan listrik dan alat pengujian yang berlaku," jelasnya.

Sementara itu, Country Manager Topband, Riko Sugiyanto, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini karena memberi wawasan langsung bagi pelaku usaha. "Kami mengharapkan ekosistem EVSE nasional yang masih tergolong baru ini dapat terus berkembang. Dengan masih banyaknya peluang, maka harus dimanfaatkan juga untuk membuat ekosistem tersebut menjadi ideal," kata Riko.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore