Petrokimia Gresik terapkan digital SCF gandeng Himbara guna perkuat likuiditas rantai pasok dan stabilitas industri pupuk nasional.
JawaPos.com - Di tengah tekanan biaya produksi dan tantangan menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional, transformasi pembiayaan rantai pasok mulai menjadi fokus industri.
Petrokimia Gresik mengimplementasikan program digital Supply Chain Financing (SCF) sebagai upaya memperkuat likuiditas mitra sekaligus menjaga kelancaran operasional perusahaan.
Program ini dijalankan dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan diklaim menjadi bagian dari transformasi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan skema SCF dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pembayaran dan memperkuat ketahanan finansial mitra usaha yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan.
“Implementasi SCF ini juga terbukti mampu mendukung kelancaran pasokan barang dan jasa, sehingga proses produksi dan distribusi ke depan dapat berjalan semakin baik dan lancar dalam upaya melanjutkan swasembada pangan nasional,” ujar Adityo melalui keterangannya, Kamis (12/2).
Menjaga Arus Kas di Tengah Tekanan Industri
Industri pupuk nasional selama ini menghadapi tantangan struktural, mulai dari ketergantungan pada pasokan gas sebagai bahan baku utama hingga kompleksitas distribusi pupuk bersubsidi. Dalam situasi tersebut, stabilitas rantai pasok menjadi faktor krusial agar produksi tidak terganggu.
Skema SCF memungkinkan mitra kerja memperoleh percepatan pembayaran atas tagihan yang telah terverifikasi dengan biaya pembiayaan yang lebih kompetitif melalui perbankan.
Dengan posisi Petrokimia Gresik sebagai anchor company, sistem ini memberi kepastian arus kas bagi pemasok tanpa harus menunggu jatuh tempo pembayaran penuh.
Menurut Adityo, digitalisasi sistem pembiayaan ini juga terintegrasi dengan platform internal perusahaan dan lembaga keuangan, sehingga proses verifikasi hingga pencairan dana dapat dilakukan lebih cepat dan transparan.
Diklaim kalau keterlibatan Himbara dalam program ini menunjukkan peran perbankan nasional dalam mendukung sektor riil, khususnya industri strategis seperti pupuk yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan.
Adityo menambahkan, implementasi SCF sejalan dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta upaya membangun kemitraan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi mitra usaha sebagai bagian penting dari rantai pasok perusahaan,” katanya.
Langkah digitalisasi pembiayaan ini menjadi bagian dari tren lebih luas di kalangan BUMN untuk memperkuat struktur keuangan dan memperkecil risiko gangguan pasokan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
