
Jajaran pimpinan BSI bersama Pembicara Sharia Financial Planner dan moderator saat gelaran BSI Wealth Insight
JawaPos.com– PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui BSI Prioritas terus memperkuat posisinya sebagai sahabat finansial pengelolaan kekayaan syariah (sharia wealth management) terdepan dan bank emas terpercaya di Indonesia.
Melalui gelaran BSI Wealth Insight bertajuk “Golden Step Into the Future”, BSI memberikan insight kepada nasabah prioritas di Surabaya mengenai peluang dan tantangan investasi emas di era bullion banking yang semakin berkembang.
Acara eksklusif yang diselenggarakan di Double Tree Hotel, Surabaya ini menjadi platform bagi BSI untuk berbagi wawasan mendalam seputar prospek emas sebagai salah satu pilihan investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan komitmen BSI untuk meningkatkan literasi finansial nasabah dalam menghadapi dinamika pasar dan inovasi produk investasi berbasis syariah.
RCEO Regional VIII BSI Surabaya Jajang Abdul Karim, menyatakan bahwa emas telah berevolusi menjadi instrumen investasi strategis yang mampu menjawab kebutuhan investor modern.
"Dalam beberapa tahun terakhir, emas semakin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi pengelolaan kekayaan. Perkembangan bullion banking membuka peluang besar bagi BSI untuk menghadirkan inovasi produk, baik kepemilikan emas secara fisik maupun melalui kanal digital, yang lebih modern, aman, dan transparan bagi nasabah kami," ujar Jajang.
Komitmen BSI dalam mengembangkan ekosistem emas syariah di Indonesia tercermin dari kinerja bisnis yang solid. Bisnis emas telah menjadi engine pertumbuhan bisnis BSI hingga Triwulan II Tahun 2025.
Pembiayaan bisnis emas BSI melesat 88,25% (YoY) mencapai Rp16,88 triliun, yang terdiri atas Cicil Emas Rp9,09 triliun tumbuh 155,41% (YoY), dan Gadai Emas Rp7,79 triliun tumbuh 44,08% (YoY).
Melesatnya bisnis berbasis emas juga meningkatkan pendapatan margin perseroan ke level Rp14,09 Triliun, tumbuh 16,61% (YoY) serta pendapatan berbasis fee menjadi Rp2,94 triliun, naik 18,37%.
Animo masyarakat terhadap BSI Emas juga terlihat dari kelolaan Tabungan Emas BSI telah menyentuh lebih dari 1 Ton emas.
Acara BSI Wealth Insight menghadirkan para pakar untuk membahas berbagai topik krusial, mulai dari masa depan bullion banking, strategi investasi emas yang efektif, hingga perbandingan antara kepemilikan emas secara fisik dan melalui kanal digital.
Jajang juga menjelaskan bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi aset primadona.
"Prospek emas ke depan cukup potensial. Fungsinya sebagai safe haven dan potensi kenaikan nilainya menjadikan emas sebagai komponen wajib dalam portofolio investasi yang tangguh. Melalui produk yang tepat, emas dapat menjadi kunci untuk mencapai kemandirian finansial yang berkelanjutan. Keberadaan bisnis emas BSI juga merupakan upaya dukungan bagi program pemerintah dalam mendorong hilirisasi emas," jelas Jajang.
Sementara itu, Jajang menambahkan bahwa BSI terus berinovasi untuk menyesuaikan produk dengan profil investor yang beragam.
"Kami memahami bahwa setiap nasabah memiliki preferensi berbeda. Oleh karena itu, BSI menyediakan pilihan investasi kepemilikan emas secara fisik dan melalui kanal digital melalui Byond by BSI yang memungkinkan nasabah berinvestasi dengan mudah, kapan pun dan di mana pun," ungkap Jajang.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
