
Evan Chen, GAPAC Head of Creative Product Operations, TikTok bicara soal potensi kreator asal Indonesia. (RianAlfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Indonesia disebut tengah berada di tengah gelombang besar ekonomi kreator. Sebuah fenomena yang tak lagi sekadar tren media sosial, melainkan kekuatan ekonomi baru yang nilainya terus meroket.
Studi terbaru 'The Art & Science of Authenticity' dari Accenture Song mengungkap prediksi mengejutkan. Pada 2030, para kreator di Indonesia diperkirakan akan menyumbang dampak komersial hingga USD 376 miliar, atau setara Rp 6.000 triliun.
Angka fantastis ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan dampak ekonomi kreator terbesar di Asia Pasifik.
Laporan tersebut menjelaskan bahwa nilai itu berasal dari aktivitas kreator yang mampu mendorong penjualan, memengaruhi keputusan belanja, dan menggerakkan industri melalui konten-konten yang mereka hasilkan.
Indonesia bahkan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi kreator tercepat di kawasan, tanda bahwa profesi ini bukan lagi sekadar hobi berbayar, melainkan tulang punggung ekonomi digital masa depan.
Pertumbuhan komunitas kreator Indonesia benar-benar terasa. TikTok mencatat lonjakan lebih dari 2.000 persen kreator yang berhasil termonetisasi secara YoY pada kuartal ketiga 2025.
Artinya, semakin banyak kreator lokal yang kini mendapatkan penghasilan dan peluang kolaborasi dengan brand.
Fenomena ini juga menandai perubahan besar: ekonomi kreator tidak lagi didominasi influencer besar dengan jutaan pengikut.
Justru 'everyday creators', orang-orang biasa dengan gaya bercerita yang jujur, natural, dan dekat dengan keseharian audiens, yang kini memegang peran paling penting.
Brand melihat mereka bukan hanya sebagai pembuat konten, tapi mitra strategis untuk membangun kedekatan emosional dengan konsumen Indonesia yang semakin cerdas dan selektif.
Selain itu, salah satu temuan paling kuat dari riset Accenture Song adalah bagaimana autentisitas menjadi faktor penentu konten yang efektif.
Konsumen Indonesia menempatkan keaslian sebagai elemen paling penting dalam proses pertimbangan produk.
Temuannya mengungkap beberapa hal seperti 55 persen konsumen menganggap konten lo-fi, tanpa filter, spontan, apa adanya, terasa paling autentik.
Selain itu, 70 persen menyebut live streaming sebagai format yang paling jujur dan meyakinkan.
Dan, 8 dari 10 orang Indonesia mengaku pernah membeli produk karena konten autentik. 87 persen konsumen mengatakan konten yang terasa nyata membuat mereka mengambil tindakan: mengeklik, mencari, hingga melakukan pembelian.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
