ILUSTRASI. Implementasi pembayaran digital turut meningkatkan efisiensi proses pembayaran. (istimewa)
JawaPos.com - Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) identik dengan peningkatan aktivitas digital, mulai dari belanja online, pemesanan tiket, hingga transaksi perbankan. Di tengah euforia liburan, banyak orang lengah terhadap keamanan digital, padahal kondisi inilah yang paling sering dimanfaatkan pelaku penipuan untuk melancarkan aksinya.
Agar kamu tetap bisa menikmati liburan dengan tenang, perlindungan identitas digital dan kewaspadaan dalam bertransaksi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan, VIDA, membagikan sejumlah langkah praktis yang bisa kamu terapkan untuk menjaga keamanan akun dan keuangan selama periode liburan Nataru!
1. Hindari Wi-Fi Publik untuk Transaksi Penting
Saat berada di bandara, kafe, atau pusat perbelanjaan, Wi-Fi gratis memang menggoda. Namun, jaringan publik sangat rentan disusupi pihak tidak bertanggung jawab. Jika kamu melakukan transaksi perbankan atau mengakses akun penting melalui Wi-Fi publik, data pribadimu berisiko disadap. Sebaiknya gunakan jaringan pribadi atau paket data seluler untuk aktivitas keuangan.
2. Selalu Verifikasi Permintaan yang Mengaku Darurat
Penipu kerap memanfaatkan situasi mendesak agar kamu panik dan tidak berpikir panjang. Jika menerima telepon atau pesan yang mengaku sebagai keluarga, atasan, atau pihak tertentu dan meminta transfer dana, jangan langsung percaya. Hubungi kembali melalui nomor kontak yang sudah kamu kenal untuk memastikan permintaan tersebut benar adanya.
3. Jangan Mudah Terpancing Tekanan Waktu
Pesan yang mengandung ancaman atau desakan waktu seperti “akun akan diblokir” atau “promo tinggal hari ini” sering digunakan untuk memancing korban. Saat kamu menerima pesan semacam ini, hentikan sejenak dan lakukan pengecekan. Pastikan informasi tersebut benar dengan menghubungi kanal resmi, bukan melalui tautan atau nomor yang dikirimkan.
4. Periksa Detail Transfer dengan Teliti
Sebelum menyelesaikan transaksi, biasakan untuk mengecek ulang nama penerima dan nominal transfer. Kesalahan kecil atau kelalaian dalam tahap ini bisa berujung pada kerugian besar. Dengan memastikan semua detail sudah benar, kamu bisa menghindari risiko dana terkirim ke rekening yang salah atau tidak dikenal.
5. Gunakan Autentikasi Biometrik, Bukan OTP SMS
Metode keamanan berbasis OTP melalui SMS semakin rentan terhadap berbagai modus penipuan, termasuk phishing dan deepfake. Untuk perlindungan yang lebih kuat, kamu disarankan beralih ke autentikasi biometrik seperti sidik jari atau pemindai wajah. Teknologi ini jauh lebih sulit dibobol dan memberikan lapisan keamanan ekstra bagi identitas digitalmu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
