
Layar menampilkan pergerakan IHSG saat penutupan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan bergerak menguat di tengah pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga acuan The Fed.
IHSG dibuka menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke posisi 9.007,04. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,66 poin atau 0,42 persen ke posisi 882,53.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.760- 9.000," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, data inflasi atau Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat (AS) tumbuh 0,3 persen month to month (mtm) atau 2,7 persen year on year (yoy), dengan CPI Core stabil di level 2,6 persen (yoy).
Nico mengatakan data inflasi AS yang stabil akan menjadi bekal dalam pertemuan The Fed pada 29 Januari 2026 mendatang, yang disinyalir akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya.
Di sisi lain, untuk pertama kalinya, Ketua The Fed Jerome Powell melawan balik serangan Presiden AS Donald Trump, yang mana The Fed mendapatkan dukungan dari berbagai bank sentral negara lain.
Powell secara eksplisit mengatakan bahwa Trump berupaya untuk merebut kekuasaan, serta menyampaikan terkait keputusan suku bunga yang didasarkan pada tekanan atau intimidasi politik atau kebutuhan ekonomi AS.
Dari dalam negeri, pemerintah berencana memperkuat kerangka ekonomi digital dengan mengembangkan ekosistem semikonduktor melalui kerja sama dengan Inggris, termasuk pendanaan awal 125 juta dolar AS untuk kolaborasi dengan ARM.
Nico menilai langkah tersebut penting karena semikonduktor menjadi fondasi berbagai sektor strategis seperti elektronik, otomotif, IoT, dan data center.
Pada perdagangan Selasa (13/1/2026), bursa saham Eropa ditutup variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,24 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,03 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,06 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,14 persen.
Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street ditutup melemah pada Selasa (13/1/2026), diantaranya indeks S&P 500 melemah 0,19 persen ditutup di 6.963,74, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,80 persen ditutup di 49.191,99, serta indeks Nasdaq melemah 0,18 persen ke 25.741,95.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei menguat 1,70 persen ke level 54.456,50, indeks Shanghai menguat 0,95 persen ke posisi 4.177,68, indeks Hang Seng menguat 0,45 persen ke posisi 26.970,00, dan indeks Straits Times melemah 0,30 persen ke 4.793,74.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
