Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2026, 18.28 WIB

Menhaj: Jadi Petugas PPIH Tak Cukup Hanya Memiliki Niat Baik

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengikuti rapat kerja bersama komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengikuti rapat kerja bersama komisi VIII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah Mohammad Irfan Yusuf menyebut bahwa orang yang ingin menjadi petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tak cukup mempunyai niat baik. Pasalnya, ada banyak dimensi yang meliputi penyelenggaraan haji selain ibadah spiritual.

Ia menerangkan, penyelenggaan ibadah haji bukanlah pekerjaan biasa karena merupakan amanah negara, umat, dan keagamaan. Selain itu, di dalamnya juga terdapat dimensi ibadah, dimensi pelayan publik, serta dimensi diplomasi dan tata kelola internasional.

"Karena itu seorang petugas yang terlibat di dalamnya tidak cukup hanya memiliki niat baik," ujar Irfan dalam sambutan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (11/1).

Ia menegaskan bahwa petugas PPIH harus dibekali kompetensi, integritas, dan kesiapan mental yang matang untuk dapat melaksanakan tanggung jawab tersebut. Hal itu pulalah yang melandasi pelaksanaan diklat ini.

"Seperti disampaikan dari panitia tadi, Anda semua disiapkan secara fisik, disiapkan disiplinnya, disiapkan pengetahuan tentang ibadah haji, disiapkan pengetahuannya tentang situasi di Saudi, disiapkan juga peraturan-peraturan dan terkait dengan haji juga disiapkan tentang bahasa Arab standar," jelasnya.

"Kalau ada makanan datang dan tidak sesuai, tegur. Gimana negurnya kalau enggak bisa bahasa Arab?" tegasnya.

Oleh karena itu, Irfan berharap para petugas PPIH ini mengikuti diklat dengan benar agar memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat pelaksanaannya.

"Sehingga mulai sekarang sudah kenal, istilah sudah bonding, sudah tahu apa yang harus dilakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Sebanyak 1.636 petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 dibekali materi baris-berbaris dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede dan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Diklat ini dilakukan mulai tanggal 10-30 Januari 2026.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan, materi baris-berbaris ini diberikan kepada PPIH untuk memperkuat kedisiplinan, koordinasi, dan alur komando petugas saat melayani jemaah di Tanah Suci.

Ketua Panitia PPIH Arab Saudi 2026, Puji Raharjo, menjelaskan bahwa peserta diklat merupakan petugas yang akan bertugas di berbagai daerah kerja, mulai dari Makkah, Madinah, bandara, hingga layanan pendukung lainnya.

Dari total 1.636 peserta yang dipersiapkan, 1.501 orang telah hadir hingga pagi hari, sementara sisanya masih dalam perjalanan dan seluruhnya dapat tertampung di asrama.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore